BANGKA – bangkatvnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Provinsi Papua Selatan, menunjukkan ketertarikannya untuk mengembangkan industri pengolahan tepung tapioka sebagai upaya meningkatkan nilai tambah sektor pertanian dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Sebagai langkah awal, Bupati Merauke bersama Ketua DPRD Kabupaten Merauke melakukan kunjungan ke Bangka guna mempelajari sistem produksi tepung tapioka yang diterapkan oleh PT Bangka Asindo Agri (BAA). Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung proses produksi, mulai dari penerimaan bahan baku singkong hingga tahapan pengolahan di pabrik.
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk memperoleh referensi mengenai pengembangan industri yang mampu melibatkan masyarakat secara luas, khususnya di sektor pertanian dan pengolahan hasil pertanian.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana industri ini berjalan dan bagaimana keterlibatan masyarakat, khususnya petani, dalam mendukung kebutuhan bahan baku pabrik. Model seperti ini sangat menarik karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari hulu hingga hilir,” ujar Yoseph.
Menurutnya, komoditas singkong memiliki prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan di Merauke. Selain dapat dibudidayakan dengan modal yang relatif terjangkau, keberadaan industri pengolahan juga memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani.
Yoseph menilai, model usaha yang diterapkan PT Bangka Asindo Agri layak menjadi contoh karena mampu menghubungkan sektor produksi di tingkat petani, dengan industri pengolahan yang menghasilkan nilai tambah ekonomi.
Ia menambahkan, Merauke memiliki potensi pertanian yang sangat besar dengan luas lahan mencapai jutaan hektare. Selain komoditas padi, jagung, tebu, dan kelapa sawit, singkong dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi lahan dan perencanaan tata ruang yang tersedia.
“Kabupaten Merauke memiliki potensi yang sangat besar untuk membangun industri pengolahan tepung tapioka. Kami memiliki sumber daya lahan yang luas dan peluang pengembangan komoditas pertanian yang masih terbuka lebar,” katanya.
Sementara itu, Humas PT Bangka Asindo Agri, Beverly, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, industri tapioka tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kemitraan dengan petani singkong.
“Kami berharap pengalaman yang kami miliki dapat menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin mengembangkan industri berbasis pertanian. Sinergi antara petani dan industri merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan rantai ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pengembangan industri berbasis singkong diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai jual hasil pertanian, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua Selatan.
Dengan potensi lahan yang luas dan dukungan industri pengolahan, Merauke optimistis dapat menjadikan singkong sebagai salah satu komoditas unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.
Videonya Dapat Dilihat Di Sini
