PANGKALPINANG – bangkatvnews.com – Di tengah kebahagiaan ratusan wisudawan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), yang mengikuti Wisuda Angkatan XVII Tahun Akademik 2025/2026, Kamis (2/7/2026), ada satu kisah yang menyita perhatian dan mengundang haru.
Di balik toga hitam yang dikenakannya, tersimpan perjuangan panjang seorang mahasiswi penyandang disabilitas tuna daksa, yang harus menaklukkan ribuan anak tangga selama menempuh pendidikan.
Ia adalah Dina Mariska, lulusan Program Studi Ilmu Komputer (Ilkom) yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,63. Gelar sarjana yang diterimanya bukan sekadar hasil belajar di ruang kuliah, melainkan buah dari perjuangan fisik, mental, dan tekad yang tak pernah padam.
Selama menempuh pendidikan sejak 2021, Dina harus menghadapi keterbatasan fasilitas kampus. Ruang kuliah dan laboratorium komputer yang berada di lantai atas memaksanya naik turun tangga hampir setiap hari tanpa bantuan lift.
Kursi roda yang biasa digunakannya tidak dapat membantunya mencapai ruang kuliah. Satu-satunya cara adalah menaiki anak tangga menggunakan kedua lututnya.
“Tantangan terbesar selama kuliah itu harus naik sampai lantai empat, bolak-balik ke laboratorium komputer dan ke kelas. Kursi roda tidak bisa dipakai karena belum ada lift, jadi saya naik manual lewat tangga menggunakan lutut. Waktu awal kuliah kaki saya lecet-lecet karena belum terbiasa, tetapi lama-kelamaan sudah terbiasa dan tidak terlalu sakit lagi,” ujar Dina usai prosesi wisuda.
Perjuangan itu tak hanya menguras tenaga, tetapi juga menguji kepercayaan dirinya. Di awal perkuliahan, Dina mengaku sempat merasa minder dan khawatir akan diperlakukan berbeda oleh teman-temannya karena kondisi fisik yang dimilikinya.
Namun kekhawatiran itu perlahan sirna. Dukungan dari sahabat-sahabat di kampus menjadi kekuatan yang membuatnya mampu bertahan hingga menyelesaikan studi.
Bagi Dina, keberhasilan menyandang gelar sarjana bukanlah akhir dari perjuangan. Ia ingin membalas pengorbanan kedua orang tuanya dengan meraih pekerjaan yang layak dan membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih cita-cita.
“Motivasi terbesar saya adalah ingin membahagiakan orang tua dengan mendapatkan pekerjaan yang baik. Saya juga sangat bersyukur karena teman-teman selalu membantu selama proses perkuliahan. Dukungan mereka membuat saya bisa bertahan sampai hari ini,” pungkasnya.
Kisah Dina menjadi salah satu cerita paling menginspirasi dalam Wisuda Angkatan XVII Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Di saat banyak orang menganggap tangga sebagai hal biasa, namun tidak untuk Dina, baginya setiap anak tangga adalah ujian yang harus ditaklukkan.
Wisuda Angkatan XVII Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung tahun ini tidak hanya melahirkan ratusan sarjana baru, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif tentang keteguhan hati. Perjalanan Dina Mariska membuktikan bahwa keberhasilan bukan ditentukan oleh kesempurnaan fisik, melainkan oleh keberanian untuk terus bangkit, bertahan, dan tidak menyerah dalam memperjuangkan masa depan.
