BANGKA – bangkatvnews.com – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Bangka terus berjalan. Meski menunjukkan progres positif, petugas sensus masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Mulai dari warga yang tidak berada di rumah saat didatangi, hingga petugas yang mengalami gangguan kesehatan, sehingga proses pendataan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Petugas Sensus Ekonomi mendatangi rumah warga dan tempat usaha secara langsung untuk melakukan pendataan. Apabila kepala keluarga atau pemilik usaha tidak berada di lokasi, petugas akan menjadwalkan ulang kunjungan, termasuk pada malam hari.
Hal tersebut memungkinkan karena petugas sensus merupakan mitra Badan Pusat Statistik (BPS), yang sebagian besar berasal dari desa atau wilayah yang sama dengan responden, sehingga lebih mudah menyesuaikan waktu pendataan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka, Deby Andayani, mengimbau masyarakat untuk menerima kedatangan petugas sensus serta memberikan data yang benar dan jujur.
“Sensus Ekonomi 2026 resmi dilaksanakan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 oleh petugas mitra BPS yang mengenakan rompi khusus dan tanda pengenal resmi. Pendataan menyasar seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha rumah tangga hingga usaha berskala besar. Kami menjamin kerahasiaan data masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat tidak perlu ragu memberikan informasi yang dibutuhkan,” ujar Deby.
Ditambahkannya, seluruh petugas sensus dibekali surat tugas, kartu identitas resmi, serta peta wilayah kerja. Dalam pelaksanaannya, pendataan dilakukan menggunakan aplikasi berbasis Android dengan sistem kuesioner elektronik.
Akses ke aplikasi tersebut hanya dimiliki oleh petugas resmi mitra BPS, sehingga seluruh data yang dikumpulkan langsung diinput melalui gawai petugas dan dijamin kerahasiaannya.
BPS menegaskan, data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, mulai dari pengembangan sektor usaha, investasi, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang akurat sangat menentukan kualitas hasil sensus.
