
PANGKALPINANG – bangkatvnews.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyeleksi secara ketat pelaku UMKM yang akan terlibat dalam kegiatan BEKISAH 2026. Proses kurasi dilakukan untuk memastikan kualitas produk, keberagaman usaha, serta kesiapan pelaku UMKM dalam mendukung ekosistem ekonomi syariah.
Ekonom KPwBI Babel, Arief Setyowidodo, menjelaskan bahwa pelaku UMKM yang ingin mengikuti BEKISAH harus memenuhi sejumlah persyaratan utama, seperti memiliki sertifikasi halal dan sudah menggunakan sistem pembayaran digital.
“Pelaku UMKM yang ikut harus sudah memiliki sertifikasi halal dan menerima pembayaran digital. Antusiasme pelaku usaha sangat tinggi, tetapi karena keterbatasan lokasi, kami harus melakukan kurasi secara selektif,” ujar Arief.
Ia menambahkan, proses seleksi tidak hanya dilakukan oleh BI, tetapi juga melibatkan berbagai pihak seperti BPOM dan Dinas Koperasi dan UKM. Selain itu, kurasi juga mempertimbangkan variasi produk agar tidak didominasi jenis usaha yang sama.
“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan kurasi. Kami juga memperhatikan keberagaman produk agar tidak didominasi satu jenis saja, sehingga pengunjung memiliki banyak pilihan,” jelasnya.
Arief menyebutkan, jumlah UMKM yang terlibat dalam BEKISAH 2026 ditargetkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu sekitar 30 UMKM, tahun ini jumlahnya diproyeksikan mencapai 40 hingga 50 pelaku usaha.
Menurutnya, tingginya minat pelaku UMKM tidak lepas dari besarnya peluang transaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung, terutama saat momentum Hari Besar Keagamaan dan event besar lainnya.
“Minat pelaku UMKM sangat tinggi karena potensi transaksi juga besar. Kegiatan seperti ini menjadi stimulus bagi pelaku usaha untuk berkembang dan memperluas pasar,” katanya.
Lebih lanjut, BI Babel juga menjadikan BEKISAH sebagai ajang untuk mengidentifikasi UMKM potensial yang dapat didorong naik kelas, termasuk untuk mengikuti event ekonomi syariah di tingkat regional maupun nasional.
“Kami tidak hanya memilih peserta, tetapi juga mencari UMKM yang punya potensi besar untuk kami dorong ke level yang lebih tinggi, baik di tingkat regional Sumatera maupun nasional,” tutup Arief.
