BANGKA TENGAH – bangkatvnews.com – Kerusakan mesin yang dialami KM Sebanyak di Perairan Bebuar, Kabupaten Bangka Tengah, sempat membuat tiga Anak Buah Kapal (ABK) terombang-ambing di tengah laut dan memicu operasi pencarian serta penyelamatan oleh Tim SAR Gabungan.
Usai menerima laporan, pencarian pun dilakukan sepanjang malam dan akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan yang menggunakan kapal nelayan tiba di lokasi kejadian perkara (LKP) pada pukul 23.50 WIB. Hanya dua menit kemudian, tepatnya pukul 23.52 WIB, tim berhasil menemukan KM Sebanyak yang berada dalam posisi lego jangkar di tengah laut.
Seluruh ABK yang berada di atas kapal dipastikan dalam kondisi selamat dan sehat. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, Tim SAR Gabungan segera melakukan proses evakuasi dan penarikan kapal menuju daratan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan.
“Alhamdulillah, KM Sebanyak berhasil ditemukan dalam kondisi aman dan seluruh ABK selamat. Tim SAR Gabungan segera melakukan evakuasi serta penarikan kapal menuju Pelabuhan Batu Belubang untuk memastikan keselamatan para korban,” kata Mikel.
Proses towing atau penarikan kapal berlangsung sekitar tiga jam. Pada Kamis (11/6/2026) pukul 02.35 WIB, KM Sebanyak bersama tim evakuasi tiba dengan selamat di Pelabuhan Desa Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah.
Setibanya di pelabuhan, ketiga ABK langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga yang telah menunggu sejak malam hari.
Menurut Mikel, operasi penyelamatan sempat menghadapi kendala berupa jarak pandang yang terbatas karena dilakukan pada malam hari. Namun kondisi cuaca relatif mendukung dengan langit berawan, kecepatan angin sekitar 10 knot dari arah barat, dan tinggi gelombang berkisar antara 0,8 hingga 1 meter.
Ia juga mengingatkan para nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu mengutamakan aspek keselamatan sebelum berlayar.
“Kami mengimbau seluruh nelayan dan pelaku aktivitas laut untuk memastikan kondisi mesin kapal dalam keadaan baik, membawa bahan bakar cadangan, menyediakan alat keselamatan seperti life jacket, serta alat komunikasi yang memadai. Selain itu, penting untuk selalu memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum melaut,” ujarnya.
Mikel menambahkan, masyarakat yang mengalami keadaan darurat di laut dapat segera menghubungi Call Center Basarnas di nomor 115 untuk mendapatkan bantuan secepatnya.
Dengan ditemukannya KM Sebanyak beserta tiga ABK dalam keadaan selamat dan berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Batu Belubang, operasi SAR terhadap insiden mati mesin kapal di Perairan Bebuar resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
