Skip to content
Juli 30, 2026
  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok
Bangka TV News

Bangka TV News

Dari Babel Untuk Indonesia

banner-promo-full-blue-revised
Primary Menu
  • Home
  • Advetorial
  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum Kriminal
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Tekno
  • Video
Watch Video
  • Home
  • Daerah
  • Dugaan Pengolahan Tinslag Ilegal, Kuasa Hukum Akui Gudang di Kayu Besi Milik David Yohanes dan Masih Ada 300 Kilogram Slag
  • Daerah
  • Hukum Kriminal

Dugaan Pengolahan Tinslag Ilegal, Kuasa Hukum Akui Gudang di Kayu Besi Milik David Yohanes dan Masih Ada 300 Kilogram Slag

bangkatvnews Juli 15, 2026 5 minutes read
20260709_094252_0000

BANGKA TENGAH, BANGKATVNEWS.COM – Pengakuan mengejutkan datang dari kuasa hukum David Yohanes terkait aktivitas pengolahan tinslag di sebuah gudang yang berada di Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Di tengah sorotan publik terhadap legalitas usaha tersebut, pihak kuasa hukum mengungkapkan bahwa dari lokasi itu masih ada sekitar 300 kilogram slag, yang diduga belum mengantongi izin alias ilegal.

Pernyataan itu disampaikan langsung Surya Dharma kepada Tim Jendela Group, pada Selasa (14/7/2026) sore.

“Kalau 300 kilo ada. Sekarang cari pembelinya susah, kondisi sekarang tau sendiri lah. Kalian ada channel gak yang mau beli?” ujar Surya Dharma, sembari menawarkan kepada awak media untuk mencarikan pembeli.

Pengakuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa aktivitas pengolahan tinslag di gudang tersebut, memang telah berjalan cukup lama.

Fakta ini memunculkan pertanyaan besar mengenai legalitas kegiatan, asal-usul bahan baku tinslag, hingga pihak yang akan membeli hasil pengolahan tersebut.

Namun, ketika ditanya lebih jauh mengenai izin usaha maupun sumber tinslag yang diolah, Surya Dharma memilih tidak memberikan penjelasan secara rinci. Ia juga tidak menunjukkan dokumen perizinan yang dapat membuktikan legalitas aktivitas di lokasi tersebut.

Sikap tertutup itu semakin memperkuat desakan agar aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan.

Pasalnya, apabila benar kegiatan pengolahan berlangsung tanpa izin, maka terdapat dugaan pelanggaran terhadap ketentuan perizinan usaha dan tata niaga komoditas mineral.

 

APH Masih Diam

Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan gudang berdinding seng hijau yang berada di kawasan perkebunan sawit Desa Kayu Besi telah menjadi sorotan masyarakat. Dari luar bangunan tersebut tampak seperti gudang biasa, namun diduga digunakan sebagai tempat pengolahan tinslag menjadi logam timah.

BACA JUGA:  Gudang Tinslag Diduga Ilegal Beroperasi di Desa Kayu Besi Namang, Nama David Yohanes Masih Misterius

Praktik semacam ini dinilai berpotensi merugikan negara apabila bahan baku yang diolah tidak memiliki asal-usul yang sah atau tidak melalui mekanisme tata niaga yang diatur pemerintah.

Pengakuan bahwa terdapat sekitar 300 kilogram slag sisa menjadi informasi penting, yang seharusnya menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri seluruh rangkaian aktivitas, mulai dari sumber bahan baku, proses pengolahan, legalitas usaha, hingga alur distribusi hasil produksi.

Aparat penegak hukum didesak segera bertindak tegas mengusut dugaan praktik pengolahan tinslag ilegal yang ditemukan di Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Aktivitas yang diduga berlangsung secara tertutup di balik gudang berpagar tembok setinggi sekitar dua meter itu, memunculkan dugaan adanya pelanggaran hukum di sektor pertambangan dan tata niaga mineral, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai pihak-pihak yang diduga terlibat maupun memberikan perlindungan terhadap operasional gudang tersebut.

 

Hasil Investigasi Awal

Aroma dugaan praktik pengolahan tinslag ilegal kembali mencuat di Kabupaten Bangka Tengah. Di balik rimbunnya perkebunan sawit Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, berdiri sebuah gudang berdinding seng hijau yang dari luar nyaris tak menarik perhatian.

Namun, di balik bangunan yang tertutup rapat itu, tim investigasi menemukan sejumlah fakta yang memunculkan dugaan adanya aktivitas pengolahan mineral timah yang berlangsung secara tertutup.

Saat tim investigasi mendatangi lokasi pada Rabu (8/7/2026), suara mesin terdengar jelas dari dalam gudang yang diduga masih beroperasi.

Begitu mengetahui kedatangan tim, suasana di dalam kompleks mendadak berubah. Seorang pekerja terlihat berlari menuju bangunan utama, kemudian menutup rapat dan menggembok pintu gudang. Sikap panik para pekerja memunculkan tanda tanya mengenai aktivitas yang sedang berlangsung di dalam bangunan tersebut.

BACA JUGA:  Misterius! Pengacara Surya Dharma Mendadak "Menghilang" Usai Sesumbar Bakal Bongkar Dugaan Pesta di Lapas Bukit Semut

Gudang itu sendiri berada di lokasi yang cukup tertutup. Seluruh area dikelilingi pagar tembok dengan tinggi sekitar dua meter sehingga aktivitas di dalamnya tidak dapat terlihat dari luar. Kompleks tersebut hanya memiliki satu akses jalan keluar-masuk yang menghubungkan gudang dengan jalan utama di kawasan perkebunan sawit.

Di bagian luar gudang tampak puluhan karung berisi material yang diduga merupakan tinslag, baik yang belum maupun yang diduga telah melalui proses pengolahan. Tak jauh dari tumpukan karung, terdapat tungku permanen lengkap dengan kuali berukuran besar yang lazim digunakan dalam proses peleburan atau pengolahan mineral timah.

Di dalam kompleks juga terdapat sebuah kandang. Saat ditanya mengenai keberadaannya, para pekerja mengaku kandang tersebut digunakan untuk memelihara ternak babi.

Ketika dikonfirmasi mengenai tungku dan peralatan pengolahan, seorang pekerja mengklaim seluruh peralatan tersebut belum pernah digunakan.

“Gak dipake itu, belum jadi dirakit,” ujar salah seorang pekerja.

Pekerja juga menyebut gudang tersebut baru beroperasi sekitar dua bulan.

Namun saat ditanya mengenai legalitas usaha, asal-usul material yang diolah, maupun siapa pemilik gudang, seluruh pekerja memilih bungkam.

“Coba cek di pondok, ada nomor orangnya. Kami gak tau soal izin. Baru dua bulan jalan,” kata seorang pekerja.

Tidak satu pun pekerja dapat menunjukkan dokumen perizinan ataupun menjelaskan sumber material yang diduga sedang diolah di lokasi tersebut.

 

BACA JUGA:  22 Ribu Warga Belum Kembali Ke Bangka Usai Lebaran

Kuasa Hukum Sebut Milik David Yohanes

Penelusuran kemudian mengarah ke sebuah pondok yang berada di dalam kompleks gudang. Di lokasi itu, tim menemukan nomor pelanggan listrik. Setelah dilakukan pengecekan, identitas pelanggan tercatat atas nama David Yohanes.

Temuan tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Kepala Desa Tanjung Gunung, Muslim.

“Itu bukan wilayah kami pak, masuk Kayu Besi,” ujarnya.

Tim kemudian menghubungi Kepala Desa Kayu Besi, Yohanes.

Namun, jawaban yang diberikan justru memunculkan pertanyaan baru.

“David Yohanes, gak ada nama warga kami itu, gak tau,” ujarnya singkat sebelum mengakhiri percakapan.

Tak lama setelah itu, nomor Kepala Desa Kayu Besi sempat beberapa kali melakukan panggilan singkat (missed call) kepada tim investigasi. Namun ketika panggilan tersebut dibalas, sambungan langsung terputus. Setelah beberapa kali kembali dihubungi untuk meminta penjelasan lebih lanjut, nomor yang bersangkutan sudah tidak aktif.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Kayu Besi belum memberikan klarifikasi maupun penjelasan lebih lanjut atas temuan tersebut, meski konfirmasi telah berulang kali dilayangkan oleh tim investigasi.

Sikap tertutup tersebut memunculkan dugaan kuat adanya keterkaitan atau setidaknya pengetahuan oknum Kepala Desa Kayu Besi terhadap aktivitas gudang pengolahan tinslag tersebut. Meski demikian, dugaan itu masih memerlukan pembuktian lebih lanjut dan tim investigasi tetap membuka ruang hak jawab bagi yang bersangkutan.

Sementara itu, David Yohanes diakui langsung oleh kuasa hukumnya Surya Dharma, pada saat bertemu Tim Investigasi Jendela Group pada Selasa (14/7/2026), ternyata adalah pemilik gudang itu sendiri

David Yohanes adalah pihak yang bertanggung jawab atas operasional gudang tersebut. (Tim Investigasi Jendela Group)

Bagikan Ke :

Post navigation

Previous: Jumlah Pemilih di Bangka Bertambah 3.193 Orang
Next: Usai Akui Sisa Tinslag 300 Kg, Kuasa Hukum David Yohanes Tawarkan “Deal” Pemberitaan

BERITA TERKAIT

ok
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Video

Polisi Ciduk Pria Pembawa 120 Butir Ekstasi di Bangka Selatan

bangkatvnews Juli 30, 2026
IMG-20260730-WA0020
  • Daerah

Cetak Generasi Muda Berjiwa Kemanusiaan, PMI Bangka Bekali Guru Pembina PMR Lewat Orientasi Kepalangmerahan

bangkatvnews Juli 30, 2026
z
  • Hukum Kriminal

Dari Gudang ke Pelabuhan, Jejak 15 Ton Timah Diduga Ilegal Mengarah ke Rantai Distribusi yang Lebih Besar

bangkatvnews Juli 30, 2026

Connect with Us

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok

EDITOR CHOICE

Hari Anak Nasional 2026, Bunda PAUD Babel Noni Hidayat Arsani Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus hari anak 1
  • Advetorial
  • Daerah

Hari Anak Nasional 2026, Bunda PAUD Babel Noni Hidayat Arsani Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Juli 24, 2026
Bebas dari LPKA, M. Ikbal Dapat Hadiah Laptop dari Bunda Literasi Babel Noni Hidayat untuk Wujudkan Mimpi di Dunia IT hari anak 2 2
  • Advetorial
  • Daerah

Bebas dari LPKA, M. Ikbal Dapat Hadiah Laptop dari Bunda Literasi Babel Noni Hidayat untuk Wujudkan Mimpi di Dunia IT

Juli 23, 2026
Tak Ada Lagi Anak Sulit Akses Sekolah, Gubernur Hidayat Arsani Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang sma 5 pkp 1 3
  • Advetorial
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Photo

Tak Ada Lagi Anak Sulit Akses Sekolah, Gubernur Hidayat Arsani Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang

Juli 7, 2026
Inflasi Babel Terkendali di Tengah Kenaikan Tarif Transportasi dan Harga Pangan mn 4
  • Advetorial
  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis

Inflasi Babel Terkendali di Tengah Kenaikan Tarif Transportasi dan Harga Pangan

Juni 3, 2026
Ekonomi Bangka Belitung Triwulan I 2026 Tumbuh Sebesar 4,53% BANGKA TV.00_00_02_13.Still063 5
  • Advetorial
  • Ekonomi Bisnis

Ekonomi Bangka Belitung Triwulan I 2026 Tumbuh Sebesar 4,53%

Mei 6, 2026

TENTANG KAMI

BangkaTVNews.com merupakan portal berita digital di bawah naungan PT Bangka Media Digital yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan terpercaya dari Kepulauan Bangka Belitung, serta perkembangan nasional dan internasional. Berkomitmen pada jurnalisme yang faktual, berimbang, dan independen. BangkaTVNews.com menghadirkan informasi yang mudah diakses melalui berbagai platform digital.

Connect with Us

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok
  • Home
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok
Copyright © All rights reserved. | BangkaTVNews.com