PANGKALPINANG – bangkatvnews.com – Meski nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mengalami kenaikan, harga emas di Pangkalpinang justru mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi ini dimanfaatkan masyarakat untuk membeli emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun emas batangan sebagai instrumen investasi.
Turunnya harga emas membawa dampak positif bagi para pembeli. Sejumlah gerai penjualan emas di Pangkalpinang terlihat ramai didatangi masyarakat yang ingin membeli emas untuk investasi maupun kebutuhan perhiasan.
Saat ini, harga emas batangan dan Antam berada di angka Rp2.734.000 per gram. Harga tersebut mengalami penurunan sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini dinilai menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk membeli emas karena harganya dianggap lebih terjangkau.
Salah seorang pembeli emas, Sri mengaku, sengaja membeli emas untuk menjaga nilai uang di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
“Yang jelas untuk mengamankan uang saja. Apalagi dolar naik. Sekarang harga Antam masih di kisaran Rp2,7 juta lebih per gram dan harga emas turun sekitar Rp200 ribu, jadi saya memanfaatkan momen ini untuk membeli,” ujar Sri.
Penurunan harga emas juga berdampak pada meningkatnya angka penjualan. Produk perhiasan emas menjadi yang paling banyak diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan, baik untuk investasi maupun kebutuhan pribadi.
Manager Distro Galeri 24 Pegadaian Pangkalpinang, Gusti Randa mengatakan, harga emas mengalami penurunan dibandingkan harga sebelumnya.
“Harga emas sekitar Rp2.756.000 per gram, sementara pada harga terbaru berada di angka Rp2.734.000 per gram. Jadi ada sedikit penurunan untuk emas Antam dan batangan,” kata Gusti Randa.
Menurutnya, pergerakan harga emas tidak terlepas dari pengaruh pasar global, terutama fluktuasi nilai tukar dolar yang menjadi acuan perdagangan emas dunia. Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Harga dolar sendiri sangat fluktuatif dan harga emas dunia memang mengacu pada pergerakan dolar. Jika dolar naik, maka harga emas di dalam negeri juga ikut terpengaruh. Dalam beberapa pekan terakhir, penurunannya cukup signifikan, sekitar 10 hingga 15 persen, meskipun pada momen tertentu harga emas juga mengalami kenaikan,” jelasnya.
Meningkatnya minat masyarakat membeli emas menunjukkan bahwa logam mulia masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit. Tren pembelian diperkirakan akan terus meningkat apabila harga emas tetap berada pada level yang dianggap terjangkau oleh masyarakat.
