BANGKA – bangkatvnews.com – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Parjiman (55), nelayan asal Air Ruay, Sungailiat, yang sebelumnya hilang di perairan Karang Kering. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kelima pencarian, Minggu (19/4/2026) sore.
Sebelumnya, Parjiman dilaporkan hilang setelah berangkat melaut pada Selasa (14/4/2026) pagi menggunakan kapal nelayan berwarna cokelat putih dengan lis kuning biru. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue langsung bergerak menuju lokasi pencarian sekitar 4 mil laut dari Dermaga Nelayan II Sungailiat.
Dalam proses pencarian, nelayan sempat menemukan kapal milik korban di sekitar perairan Karang Kering. Namun, Parjiman tidak berada di atas kapal tersebut.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Minggu (19/4) sore, tepatnya di hari kelima pencarian. Warga menemukan jasad korban sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi terdampar di pesisir Pantai Punggur, Desa Tuing, Kabupaten Bangka. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Tim SAR Gabungan yang saat itu tengah menyisir wilayah Pantai Rebo.
Mendapatkan laporan itu, tim rescue langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk mengevakuasi korban.
“Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi Pantai Punggur setelah menerima laporan dari masyarakat. Benar bahwa jasad yang ditemukan adalah saudara Parjiman yang kita cari selama lima hari terakhir,” kata Darma.
Setelah evakuasi, petugas membawa jenazah korban ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat menggunakan ambulans untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut dan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian.
“Kami menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Bapak Parjiman. Upaya maksimal telah dilakukan oleh seluruh unsur gabungan selama lima hari ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan warga Desa Tuing yang telah membantu memberikan informasi sehingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Ia menegaskan, dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
“Seluruh unsur SAR Gabungan, mulai dari Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, Kompi C Sungailiat Brimob, Bakamla Babel, BPBD Kabupaten Bangka, hingga tim Laskar Sekaban dan pihak keluarga, kami kembalikan ke kesatuan masing-masing,” tutupnya.
