BANGKA – bangkatvnews.com – –Tingginya angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bangka, mendorong Pemerintah meningkatkan kompetensi dan keterampilan masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.
Melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Dinakerperindag), pemerintah menggelar program peningkatan kompetensi yang menyasar lulusan sekolah hingga perguruan tinggi yang belum memiliki pekerjaan. Program ini diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang lebih terampil sekaligus melahirkan pelaku usaha baru.
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinakerperindag Kabupaten Bangka, Insyira Subagia mengatakan, peserta akan diseleksi agar program tepat sasaran dan benar-benar diikuti oleh masyarakat yang memiliki komitmen, untuk mengembangkan usaha setelah pelatihan selesai.
“Peningkatan kompetensi ini kami lakukan agar masyarakat yang belum bekerja memiliki keterampilan, yang dapat dimanfaatkan untuk berwirausaha maupun meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan,” ujar Insyira.
Data Dinakerperindag mencatat, saat ini terdapat lebih dari 8.000 penganggur di Kabupaten Bangka, salah satu penyebabnya adalah masih banyak lulusan pendidikan yang belum memiliki keterampilan praktis untuk bersaing di dunia kerja.
Tahun 2026, program akan dilaksanakan di delapan kecamatan dengan fokus pada pengolahan komoditas hasil laut menjadi produk bernilai tambah.
Selain memberikan pelatihan, pemerintah juga akan menyalurkan peralatan pengolahan secara gratis kepada peserta, serta memfasilitasi pengurusan legalitas usaha sebagai bentuk dukungan agar usaha yang dirintis dapat berkembang.
“Kami juga akan melakukan pendampingan dan pemantauan setiap tiga bulan, untuk melihat perkembangan usaha peserta, sehingga pelatihan ini benar-benar memberikan manfaat dan mampu menciptakan usaha baru,” pungkasnya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka berharap masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan baru, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi, membuka lapangan kerja, serta secara bertahap menurunkan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bangka.
