BANGKA TENGAH – bangkatvnews.com – Kerusakan mesin yang dialami KM Sebanyak saat berlayar dari Belitung menuju Pangkalpinang menyebabkan kapal tersebut terombang-ambing di Perairan Bebuar, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (10/6/2026).
Kapal kayu berwarna putih yang membawa tiga orang penumpang itu sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Rakyat Selat Nasik, Kabupaten Belitung, pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dengan tujuan Pelabuhan Pangkal Balam.
Namun saat berada di sekitar Perairan Bebuar pada Rabu sore sekitar pukul 15.30 WIB, mesin kapal mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat beroperasi. Kondisi tersebut membuat kapal kehilangan daya gerak dan hanyut di tengah perairan.
Para Anak Buah Kapal (ABK) sempat berupaya melakukan perbaikan secara mandiri. Akan tetapi, kerusakan yang terjadi tidak dapat diatasi sehingga posisi kapal semakin rentan terhadap kondisi laut.
Salah seorang ABK bernama Dika kemudian menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang pada pukul 18.52 WIB untuk meminta bantuan evakuasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang langsung mengerahkan personel rescue menuju lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rahman Junika mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi adanya kapal yang mengalami mati mesin di tengah laut.
“Kami menerima laporan dari salah satu ABK KM Sebanyak terkait kerusakan mesin yang menyebabkan kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran. Setelah menerima informasi tersebut, tim rescue segera kami kerahkan untuk memberikan bantuan dan memastikan seluruh penumpang dalam kondisi aman,” ujarnya.
Pada pukul 19.10 WIB, personel penyelamat diberangkatkan menuju Pelabuhan Rakyat Desa Bebuar. Selanjutnya, pukul 19.30 WIB, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas dan nelayan setempat bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan kapal nelayan dari Pelabuhan Rakyat Desa Batu Belubang.
Berdasarkan data yang diterima, posisi kapal diperkirakan berada pada koordinat 2°14’51.9″S 106°27’47.2″E atau sekitar 21 mil laut dari Kantor SAR Pangkalpinang dengan radial 103 derajat.
Untuk mendukung operasi penyelamatan, Tim SAR Gabungan mengerahkan personel rescue, kapal nelayan sebagai sarana transportasi utama, serta perangkat komunikasi satelit Starlink guna memastikan koordinasi tetap berjalan lancar meski berada di wilayah dengan keterbatasan sinyal.
“Selain personel dan sarana transportasi laut, kami juga membekali tim dengan perangkat komunikasi satelit agar komunikasi dengan korban maupun petugas di lapangan tetap terjaga selama proses evakuasi berlangsung,” pungkas Mikel.
