Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo melantik 12 Pemimpin Satuan Kerja Bank Indonesia di Jakarta, Jumat (17/7/2026). Foto: Humas Bank Indonesia.
JAKARTA – bangkatvnews.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, melantik 12 pemimpin satuan kerja baru di lingkungan Bank Indonesia, Jumat (17/7/2026). Pelantikan ini sebagai bagian dari transformasi organisasi, dan penguatan kepemimpinan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Pelantikan dilaksanakan usai Rapat Evaluasi Kinerja Bank Indonesia Tahun 2026, yang membahas capaian kinerja serta arah program prioritas BI pada 2027. Dalam sambutannya, Perry meminta para pejabat yang baru dilantik menjalankan berbagai program strategis secara efektif, dan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Para pemimpin satuan kerja diharapkan menjalankan berbagai program strategis Bank Indonesia secara efektif, guna mendukung pencapaian tujuan Bank Indonesia. Sinergi, kolaborasi, dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan juga harus terus diperkuat, untuk mendukung ketahanan perekonomian nasional,” ujar Perry.
Adapun 12 pejabat yang dilantik yakni:
- Elsya MS Chaini sebagai Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau.
- Sally M. Hutapea sebagai Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen.
- M. Agung Hastowo sebagai Kepala Unit Khusus Pembangunan SPU, DC, dan BRS.
- Arief Rachman sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan.
- Yulistian Pancawijaya sebagai Plt Kepala Departemen Inovasi dan Digitalisasi Data.
- Imaduddin Sahabat sebagai Plt Kepala Departemen Komunikasi.
- Juli Budi Winantya sebagai Kepala Perwakilan BI Tokyo.
- R. Triwahyono sebagai Kepala Perwakilan BI New York.
- Surya Alamsyah sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku.
- Aswin Gantina sebagai Kepala Perwakilan BI Purwokerto.
- Agus Taufik sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Utara.
- Yudo Herlambang sebagai Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe.
Bank Indonesia menegaskan, penyegaran kepemimpinan ini diharapkan semakin memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran, serta mendukung ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global.
