BANGKA – bangkatvnews.com – Di tengah antrean panjang yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Komisi XII DPR RI memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman, dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying karena justru dapat memperpanjang antrean.
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya mengatakan, berdasarkan paparan PT Pertamina Patra Niaga, ketersediaan berbagai jenis BBM di seluruh terminal dan depot nasional masih berada pada tingkat yang memadai. Ia juga menegaskan harga BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar, dipastikan tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun fiskal 2026.
“Masyarakat tidak perlu khawatir tidak mendapatkan BBM, sehingga akhirnya ikut mengantre. Dari sisi distribusi dan kebutuhan kendaraan yang beredar, seharusnya pasokannya cukup. Kami juga telah meminta Pertamina berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan penertiban,” kata Bambang Patijaya.
Meski stok dipastikan aman, Komisi XII DPR RI tetap memberi perhatian serius terhadap antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Menurut Bambang, kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya peralihan konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi, serta adanya indikasi penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum yang membeli, untuk kemudian menjualnya kembali kepada pihak yang tidak berhak.
Komisi XII DPR RI menegaskan, akan terus mengawal komitmen pemerintah agar penyaluran energi bersubsidi tepat sasaran. Selain itu, Pertamina bersama aparat penegak hukum juga diminta memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi.
“Kenaikan konsumsi BBM subsidi di sejumlah wilayah mencapai sekitar 10 hingga 15 persen sehingga berdampak pada meningkatnya antrean. Namun kami pastikan tidak akan ada kenaikan harga Pertalite maupun Solar,” tegasnya.
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, rata-rata konsumsi harian BBM jenis bensin dan solar mencapai sekitar 1.300 hingga 1.600 kiloliter per hari. Khusus konsumsi Pertalite di Pulau Bangka, tercatat berada di kisaran 877 kiloliter per hari.
Komisi XII DPR RI berharap masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Dengan stok yang mencukupi, pengawasan distribusi yang diperketat, serta penertiban terhadap penyalahgunaan BBM subsidi, antrean di SPBU diharapkan dapat segera berkurang dan penyaluran BBM kembali berjalan normal.
