BANGKA – bangkatvnews.com – Masa libur kenaikan kelas yang umumnya dimanfaatkan untuk beristirahat, justru menjadi momen produktif bagi Amsyar Asyfaq, santri kelas 3 MTs Plus Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Center Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Dalam waktu satu bulan, ia berhasil menorehkan sederet prestasi, mulai dari menyelesaikan penulisan buku, menjalankan tugas sebagai Duta Dongeng Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP) Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, hingga dipercaya menjadi Duta Literasi Remaja Indonesia.
Amsyar mengaku, seluruh pencapaiannya tidak lepas dari pendidikan karakter dan kedisiplinan, yang selama dua tahun diterapkannya di lingkungan pesantren.
“Kalau bukan karena nilai kedisiplinan yang ditanamkan selama dua tahun di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Center Sungailiat, mungkin saya akan berat menjalankan semua kegiatan ini,” ujar Amsyar.
Ia mengatakan, kebiasaan mengatur waktu, disiplin menjalankan aktivitas, serta pembinaan karakter dari para ustaz dan ustazah, menjadi bekal penting dalam menyelesaikan berbagai kegiatan selama masa liburan.
Pada pekan pertama liburan, Amsyar menuntaskan penulisan buku keduanya berjudul KELEKAK (KELak kEK ikAK). Buku yang ditulis bersama ayahnya, F. Majid, itu memuat 20 kisah legenda dari Bangka, dan saat ini sedang dalam proses pengurusan ISBN serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Memasuki pekan kedua, Amsyar menjalankan tugas sebagai Duta Dongeng Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP) Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026. Dalam kegiatan tersebut, ia berkesempatan mengunjungi Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), dan Museum Bank Indonesia, untuk mempelajari proses pencetakan uang rupiah, sistem pengamanannya, serta edukasi mengenai pentingnya mencintai dan memahami mata uang Indonesia.
“Saya pulang dengan pengalaman baru yang tidak akan terlupakan. Saya juga mohon doa agar bisa memberikan yang terbaik saat mewakili Bangka Belitung di tingkat nasional,” katanya.
Aktivitas produktif Amsyar berlanjut pada pekan ketiga, saat tampil mendongeng dalam Nusantara Unity Fest 2026 di Alun-alun Kota Pangkalpinang. Sebagai anggota Kampung Dongeng Indonesia Bangka Belitung sejak 2023, ia memanfaatkan dongeng sebagai media edukasi sekaligus memperkuat nilai persatuan.
Tak hanya itu, Amsyar juga lolos dalam program penulisan berbasis konten budaya local, yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung. Pada penutupan kegiatan, ia menyerahkan buku solo pertamanya yang berjudul “Melodi Perjalanan Kecil”.
Puncak prestasinya datang saat terpilih sebagai Duta Literasi Remaja Indonesia perwakilan Bangka Belitung. Melalui amanah tersebut, ia akan menjalankan berbagai program untuk meningkatkan minat baca, mengembangkan budaya literasi, serta mengajak generasi muda lebih peduli terhadap dunia pendidikan.
Amsyar berharap, pengalaman yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga disiplin, kerja keras, dukungan keluarga, serta bimbingan para guru.
Kisahnya menjadi bukti, bahwa masa liburan pun dapat diubah menjadi kesempatan untuk berkarya dan mengharumkan nama Bangka Belitung di tingkat nasional.
