Tim SAR gabungan menyisir Perairan Lubuk Besar untuk mencari dua ABK KM Kenanga Indah yang hilang, Selasa (28/7) pagi, Foto : Basarnas Babel
BANGKA TENGAH – bangkatvnews.com – Arus laut yang tiba-tiba mengganas di Perairan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, diduga menjadi penyebab dua Anak Buah Kapal (ABK) KM Kenanga Indah hilang setelah terjatuh ke laut, Senin (27/7/2026). Hingga kini, kedua korban masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Korban pertama, Rikky (22), terjatuh ke laut saat mandi di bagian buritan kapal setelah kapal mendadak oleng. Melihat rekannya tercebur, M. Farhan (25) tanpa ragu melompat ke laut untuk memberikan pertolongan.
Namun, niat baik tersebut justru berujung petaka. Arus laut yang sangat deras menyeret keduanya hingga menghilang dari permukaan dan tidak lagi terlihat.
Rekan-rekan sesama ABK bersama nelayan sekitar sempat melakukan pencarian darurat hingga pukul 19.00 WIB. Karena kedua korban tak kunjung ditemukan, pemilik kapal, Albar Gumilar, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang pada pukul 20.19 WIB untuk meminta bantuan SAR.
Merespons laporan itu, Kantor SAR Pangkalpinang langsung mengerahkan satu tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Toboali menuju lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP). Operasi pencarian melibatkan Rescuer USS Toboali, Polsek Lubuk Besar, Satpolairud Polres Bangka Tengah, ABK KM Kenanga Indah, serta nelayan setempat.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan hilangnya dua ABK tersebut.
“Semalam kita menerima informasi dan langsung menerjunkan tim untuk melakukan pencarian. Proses pencarian hari ini dilakukan menggunakan rubber boat dengan menyisir area lokasi kejadian hingga titik-titik yang telah ditentukan,” ujar Mikel Selasa (28/7) pagi.
Menurutnya, pencarian difokuskan di sekitar lokasi korban terakhir terlihat dengan mempertimbangkan arah arus laut dan kondisi perairan. Kedua korban diketahui saat kejadian mengenakan pakaian berwarna hitam sehingga menjadi salah satu acuan tim dalam proses penyisiran.
Mikel berharap operasi SAR gabungan dapat segera membuahkan hasil sehingga kedua korban bisa ditemukan secepatnya.
“Semoga upaya pencarian pada hari ini dapat membuahkan hasil,” harapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, operasi SAR gabungan masih terus berlangsung di Perairan Lubuk Besar. Tim terus memperluas area penyisiran dengan harapan kedua ABK dapat segera ditemukan dan memberikan kepastian bagi keluarga yang kini menanti dengan penuh kecemasan.
