PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Meskipun masih menghadapi tantangan global dan fluktuasi harga komoditas, pemerintah daerah optimistis perekonomian Bangka Belitung akan terus membaik melalui penguatan sektor non-tambang seperti pariwisata, pertanian, dan industri pengolahan.
Berdasarkan laporan pemerintah daerah, perekonomian Bangka Belitung pada 2025 tumbuh sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas ekonomi di sejumlah sektor utama, termasuk transportasi, perdagangan, dan pertanian. Sektor pariwisata juga mulai kembali menunjukkan pertumbuhan setelah sebelumnya mengalami perlambatan akibat pandemi beberapa tahun lalu.
Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyatakan pemerintah daerah terus mendorong transformasi ekonomi agar tidak terlalu bergantung pada sektor pertambangan timah yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Menurutnya, ketergantungan yang terlalu besar pada sektor tambang berpotensi menimbulkan risiko ekonomi jangka panjang, terutama ketika harga komoditas di pasar global mengalami penurunan. Oleh karena itu, pemerintah daerah mulai mengembangkan berbagai program untuk memperkuat sektor alternatif.
Salah satu sektor yang menjadi fokus pengembangan adalah pariwisata. Bangka Belitung dikenal memiliki banyak destinasi pantai yang indah, termasuk Pantai Tanjung Tinggi yang populer sejak menjadi lokasi film nasional beberapa tahun lalu. Selain itu, sejumlah pantai lain seperti Pantai Parai Tenggiri juga terus dikembangkan untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan pariwisata. Peningkatan fasilitas transportasi, pengembangan pelabuhan, serta perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata menjadi bagian dari strategi pengembangan sektor tersebut.
Selain pariwisata, sektor pertanian juga dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian daerah. Pemerintah mendorong peningkatan produksi komoditas seperti lada, kelapa sawit, dan berbagai hasil perkebunan lainnya.
Para pelaku usaha lokal juga mulai didorong untuk mengembangkan industri pengolahan agar produk hasil pertanian dapat memiliki nilai tambah yang lebih tinggi sebelum dipasarkan ke luar daerah.
Pemerintah daerah berharap dengan strategi diversifikasi ekonomi tersebut, Bangka Belitung dapat membangun struktur ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
