
BANGKA – bangkatvnews.com – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang di perairan Karang Kering, Sungailiat, Kabupaten Bangka. Hingga Jumat siang, pencarian yang telah memasuki hari ketiga belum membuahkan hasil dan korban masih belum ditemukan.
Korban diketahui bernama Parjiman (55), warga Gang Enggano 1, Air Ruay, Sungailiat. Ia berangkat melaut pada Selasa (14/4) pagi menggunakan kapal nelayan berwarna cokelat putih dengan lis kuning biru. Biasanya, korban sudah kembali ke darat keesokan harinya, namun hingga Rabu malam, korban tidak kunjung pulang.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima laporan dari pihak keluarga pada Rabu malam sekitar pukul 20.23 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue langsung diberangkatkan ke lokasi pencarian sekitar 4 mil laut dari Dermaga Nelayan II Sungailiat.
Dalam proses pencarian, nelayan sempat menemukan kapal milik korban di sekitar lokasi kejadian. Namun, korban tidak berada di atas kapal tersebut. Pencarian sempat dihentikan sementara pada malam hari karena keterbatasan cuaca dan pencahayaan, kemudian dilanjutkan kembali keesokan harinya.
Pada hari ketiga, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Bangka, BPBD Provinsi, kepolisian perairan, serta Laskar Sekaban, kembali melakukan penyisiran di area pencarian sesuai rencana operasi SAR.
Dantim Basarnas Babel, Darma Putra mengatakan, hingga jumat siang tim ngabunga terus menelusuri perairan karang kering dan sekitarnya, Dimana Lokasi kapal korban ditemukan.
“Hari ketiga pencarian satu orang nelayan yang hilang kontak di perairan Karang Kering, Tim gabungan terus melakukan pencarian sesuai rencana operasi SAR dengan penyisiran menggunakan dua unit perahu, yakni dari Basarnas dan Laskar Sekaban. Kami berharap korban segera ditemukan dan seluruh tim dapat kembali ke satuan masing-masing.”
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih berupaya menyisir perairan Karang Kering Sungailiat dan sekitarnya, sambil terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses pencarian korban.
