
PANGKALPINANG – bangkatvnews.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang berhasil mengevakuasi seorang pendaki wanita, Aisah Selfiani (19), yang mengalami kondisi darurat medis di kawasan Bukit Pau, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (24/4/2026) malam.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, lantaran medan yang terjal serta kondisi korban yang terus melemah.
Peristiwa bermula saat korban bersama rekannya, Manurung, memulai pendakian menuju puncak Bukit Pau sekitar pukul 16.00 WIB. Setibanya di puncak, korban mengeluh pusing yang diduga akibat masuk angin. Rekannya kemudian menyarankan untuk beristirahat.
Namun hingga pukul 18.30 WIB, kondisi Aisah tidak kunjung membaik. Rekannya pun berupaya mengevakuasi korban dengan cara menggendong turun dari atas bukit. Nahas, di tengah perjalanan korban mengalami muntah hebat hingga tubuhnya semakin lemas.
Melihat kondisi tersebut serta medan yang sulit, rekan korban segera melaporkan kejadian itu ke Kansar Pangkalpinang pada pukul 19.47 WIB.
Usai menerima laporan, tim Rescue Kansar Pangkalpinang langsung bergerak menuju lokasi korban yang berada di ketinggian sekitar 210 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Tim bergerak cepat melakukan evakuasi, mengingat posisi korban berada di area dinding bukit yang terjal, tim menggunakan teknik system lowering untuk menurunkan korban secara aman ke kaki bukit.
Setelah melalui proses yang cukup menegangkan, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 21.30 WIB. Selanjutnya, Aisah langsung dilarikan ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang menggunakan ambulans PSC 119 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengapresiasi respons cepat tim serta koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Kami menerima laporan kondisi membahayakan manusia di Bukit Pau dan segera memberangkatkan tim untuk melakukan penyelamatan. Mengingat medan cukup terjal, tim menggunakan peralatan mountaineering dengan sistem lowering agar evakuasi berjalan aman tanpa memperburuk kondisi korban,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki, agar selalu memperhatikan kondisi fisik dan kesiapan perlengkapan sebelum melakukan pendakian.
“Kami bersyukur korban dapat dievakuasi dengan selamat berkat informasi cepat dari rekan korban dan kerja keras tim di lapangan. Kami mengimbau para pendaki untuk selalu waspada, mengukur kemampuan fisik, dan membawa perlengkapan standar demi keselamatan,” pungkasnya.
Dengan berhasilnya evakuasi dan korban telah mendapatkan penanganan medis, operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat, termasuk masyarakat setempat yang turut membantu, telah kembali ke kesatuan masing-masing.
