PANGKALPINANG — bangkatvnews.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menekankan pentingnya aksi nyata dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Hal itu disampaikannya dalam rangkaian kegiatan BEKISAH 2026.
Menurut Rommy, penguatan ekonomi syariah tidak boleh berhenti pada forum diskusi atau rapat semata, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret, meski dimulai dari hal sederhana.
“Kita bicara aksi nyata. Tidak hanya berhenti pada rapat-rapat, tetapi apa yang kita lakukan hari ini. Mungkin terlihat langkah kecil, tetapi dari situlah langkah besar dimulai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BEKISAH menjadi panggung strategis bagi pelaku UMKM lokal untuk naik kelas hingga mampu bersaing di tingkat regional bahkan internasional. Sejumlah capaian pun telah diraih, termasuk keberhasilan UMKM binaan menembus ajang nasional dan mendapat pengakuan di tingkat global.
Rommy juga menyoroti pentingnya dukungan sektor lain, seperti pariwisata dan konektivitas. Menurutnya, pembukaan jalur penerbangan internasional akan berdampak besar jika didukung kesiapan produk lokal, terutama dari sisi kehalalan.
“Ketika akses seperti penerbangan internasional terbuka, kita harus siap. Produk UMKM kita harus memiliki sertifikasi halal agar dipercaya pasar,” katanya.
Melalui BEKISAH, Bank Indonesia memfasilitasi berbagai kebutuhan UMKM, mulai dari promosi, perluasan jaringan, pembiayaan syariah, hingga literasi dan sertifikasi halal. Salah satu langkah konkret adalah kerja sama antara IAIN SAS Bangka Belitung dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk penyediaan laboratorium halal.
“Dengan fasilitas ini, masyarakat akan semakin percaya terhadap produk halal dari Bangka Belitung,” ujar Rommy.
Ia menegaskan, potensi ekonomi syariah di Bangka Belitung sangat besar dan harus digerakkan bersama tanpa menunggu pihak lain.
“Kita tidak boleh berpangku tangan. Mari kita ambil tanggung jawab untuk membangun daerah ini,” tegasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Eko Kurniawan, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi syariah.
Menurut Eko, melalui BEKISAH, berbagai program strategis terus didorong, seperti digitalisasi ekonomi berbasis wakaf, penguatan ekonomi pesantren melalui koperasi Hebitren, serta pengembangan ekosistem halal melalui kolaborasi halal center.
“Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendukung penuh pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, lembaga keuangan, dunia usaha, dan akademisi menjadi kunci dalam mempercepat transformasi ekonomi serta meningkatkan daya saing produk lokal.
“Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk memperluas akses keuangan syariah dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global,” ujarnya.
Eko berharap BEKISAH ke-6 dapat menjadi sarana edukasi, promosi, dan kolaborasi yang efektif dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Semoga kegiatan ini menjadi wadah bertukar ide, kolaborasi, dan inovasi untuk mewujudkan Bangka Belitung sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” tutupnya.
