
BELITUNG – bangkatvnews.com – Menjelang pembukaan rute penerbangan langsung Belitung–Singapura oleh maskapai Scoot pada 3 Mei mendatang, Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi QRIS Cross Border kepada pelaku pariwisata di Kabupaten Belitung.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (24/4) di Gedung Serbaguna H. Ishak Zainudin ini dihadiri oleh pemerintah daerah, perbankan, perhotelan, hingga pelaku pariwisata seperti agen perjalanan, pemandu wisata, dan UMKM.
Deputi Kepala Perwakilan BI Bangka Belitung, Farid Tamsil mengatakan, pengembangan QRIS Cross Border merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi digital sistem pembayaran.
“QRIS Cross Border memungkinkan masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara untuk bertransaksi menggunakan aplikasi pembayaran dari negara masing-masing,” ujar Farid.
Ia menambahkan, kehadiran sistem ini memberikan kemudahan bagi wisatawan karena tidak lagi memerlukan penukaran uang tunai.
“QRIS Cross Border membuat transaksi lebih praktis karena wisatawan tidak perlu lagi menukarkan uang secara fisik,” lanjutnya.
Saat ini, layanan QRIS Cross Border telah dapat digunakan di sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, hingga Korea Selatan. Selain mempermudah transaksi, sistem ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar global.
Sementara itu, Bupati Belitung yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Paryanta, mengapresiasi atas dukungan Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi daerah.
“Kami mengapresiasi berbagai program Bank Indonesia, termasuk TP2DD, yang telah berkontribusi dalam mempercepat digitalisasi transaksi di daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, penerapan pembayaran non-tunai menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan wisata, terutama di kawasan strategis seperti Bandara H. AS Hanandjoeddin.
“Penerapan kanal pembayaran non-tunai ini sangat krusial untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan wisatawan,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, Bank Indonesia berharap seluruh pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor pariwisata, siap mengadopsi QRIS, termasuk untuk transaksi lintas negara.
Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan industri dalam memperluas penggunaan sistem pembayaran digital, meningkatkan literasi masyarakat, serta menjaga keamanan dan keandalan sistem pembayaran.
Digitalisasi transaksi diyakini tidak hanya meningkatkan kemudahan bertransaksi, tetapi juga mendorong transparansi, efisiensi, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
