JAKARTA, BANGKATVNEWS.COM — Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyumbang pembiayaan kesehatan terbesar di Indonesia. BPJS Kesehatan mencatat, sepanjang tahun 2025 biaya pelayanan kesehatan untuk penyakit jantung mencapai Rp17,3 triliun dengan jumlah kasus menembus 29,7 juta pelayanan.
Besarnya angka tersebut membuat BPJS Kesehatan terus mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat guna menekan risiko penyakit kronis yang terus meningkat setiap tahun.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah mengatakan, tingginya biaya pengobatan penyakit kronis menjadi tantangan serius dalam menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Biaya penyakit kronis dari tahun ke tahun terus meningkat. Padahal sebagian besar penyakit tersebut sebenarnya bisa dicegah melalui pola hidup sehat dan deteksi dini,” kata Rizzky dalam keterangannya.
BPJS Kesehatan mencatat total pembiayaan penyakit kronis sepanjang 2025 mencapai Rp50,2 triliun. Selain penyakit jantung, pembiayaan besar juga digunakan untuk penanganan gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalassemia hingga hemofilia.
Menurut Rizzky, pola hidup masyarakat saat ini menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus penyakit tidak menular. Kebiasaan merokok, kurang olahraga, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, hingga stres berkepanjangan dinilai memperbesar risiko penyakit jantung maupun stroke.
Karena itu, BPJS Kesehatan mengajak masyarakat mulai menerapkan gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin, menjaga pola makan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Pencegahan jauh lebih baik dibanding pengobatan. Jika masyarakat mulai sadar menjaga kesehatan sejak dini, maka risiko penyakit kronis bisa ditekan,” ujarnya.
BPJS Kesehatan juga terus menggencarkan program promotif dan preventif, salah satunya melalui kampanye Gerak 3-3-5 yakni aktivitas fisik minimal 30 menit selama lima hari dalam sepekan.
Selain itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan skrining kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama agar penyakit dapat dideteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi kronis.
Pakar kesehatan menilai tingginya pembiayaan penyakit jantung menjadi peringatan serius bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, penyakit jantung kini tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi mulai banyak ditemukan pada usia produktif akibat pola hidup tidak sehat.
Dengan tingginya angka pembiayaan tersebut, pemerintah dan BPJS Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat semakin meningkat demi menekan lonjakan penyakit kronis dan menjaga keberlanjutan layanan kesehatan nasional.
