Skip to content
Juli 30, 2026
  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok
Bangka TV News

Bangka TV News

Dari Babel Untuk Indonesia

banner-promo-full-blue-revised
Primary Menu
  • Home
  • Advetorial
  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum Kriminal
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Tekno
  • Video
Watch Video
  • Home
  • Politik
  • Kebijakan WFH ASN Mulai Diterapkan, Akademisi UGM Soroti Potensi Turunnya Produktivitas
  • Nasional
  • Politik

Kebijakan WFH ASN Mulai Diterapkan, Akademisi UGM Soroti Potensi Turunnya Produktivitas

bangkatvnews April 12, 2026 3 minutes read
file_00000000699071faa7f10ce9be77a756

YOGYAKARTA, BANGKATVNEWS.COM — Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) selama satu hari dalam sepekan. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak serta meningkatkan efisiensi operasional instansi pemerintah.

Meski demikian, kebijakan tersebut mendapat sorotan dari kalangan akademisi. Dosen Manajemen Kebijakan Publik (MKP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Agustinus Subarsono, menilai penerapan WFH berpotensi menurunkan produktivitas apabila tidak didukung dengan sistem kerja yang matang.

Menurutnya, keberhasilan WFH sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur teknologi dan budaya kerja mandiri di lingkungan ASN.

“Jika budaya kerja masih bergantung pada arahan atasan dan belum terbiasa mandiri, maka WFH berpotensi membuat produktivitas menurun karena ASN bisa terdistraksi pekerjaan rumah tangga,” ujarnya, Jumat (10/4).

BACA JUGA:  G20 dan BRICS Perkuat Kerja Sama Global

Ia menegaskan, penerapan WFH perlu diiringi dengan sistem kerja berbasis output yang jelas dan terukur, seperti penggunaan timesheet, laporan kerja berkala, serta rapat daring harian maupun mingguan.

Dari sisi anggaran, Subarsono mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru menyimpulkan adanya efisiensi signifikan. Ia menilai perlu kajian mendalam untuk memastikan penghematan biaya operasional, khususnya listrik, benar-benar berdampak terhadap APBN maupun APBD.

“Jangan hanya asumsi. Harus dihitung secara konkret apakah efisiensi yang dihasilkan benar-benar signifikan,” tegasnya.

Di sisi lain, WFH dinilai mampu menekan biaya transportasi pegawai dan konsumsi energi, terutama di kota-kota besar. Namun, dampak tersebut dinilai belum tentu signifikan di daerah kecil maupun wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

BACA JUGA:  Gubernur Hidayat Arsani Tegaskan Akuntabilitas APBD: Setiap Rupiah untuk Kesejahteraan Babel

Subarsono juga menyoroti pentingnya gaya kepemimpinan berbasis kepercayaan (trust-based leadership) dalam mendukung efektivitas WFH. Menurutnya, pimpinan harus memberikan kepercayaan penuh kepada ASN untuk bekerja secara mandiri dan bertanggung jawab.

Ia turut mengingatkan potensi penyalahgunaan kebijakan WFH, terutama jika diterapkan pada hari Jumat yang berdekatan dengan akhir pekan. ASN dari kalangan ekonomi menengah ke atas dinilai berpotensi memanfaatkan WFH untuk libur panjang.

Sementara itu, ASN dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah justru cenderung memanfaatkan waktu tersebut untuk mencari tambahan penghasilan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan empat indikator yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan WFH, yakni capaian target kerja, ketepatan waktu penyelesaian tugas, kualitas hasil pekerjaan, serta tingkat partisipasi dan respons dalam kegiatan digital.

BACA JUGA:  Pemerintah Indonesia Perkuat Stabilitas Politik dan Ekonomi di Awal 2026

“Evaluasi perlu dilakukan setelah satu hingga dua bulan pelaksanaan, termasuk mengukur kepuasan masyarakat terhadap layanan publik,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak semua pekerjaan ASN dapat dilakukan secara WFH. Layanan publik seperti pembuatan SIM, KTP, sertifikat tanah, hingga layanan kesehatan tetap membutuhkan kehadiran fisik.

Dalam sektor pendidikan, Subarsono lebih mendorong pembelajaran dilakukan secara tatap muka guna mencegah learning loss serta meningkatkan efektivitas interaksi antara pengajar dan peserta didik.

Sebagai penutup, ia menyarankan pemerintah menerapkan sistem kerja berbasis output harian, laporan mingguan, serta mekanisme reward and punishment yang jelas agar kebijakan WFH dapat berjalan optimal.

Bagikan Ke :

Post navigation

Previous: Hantam HP! Tambang Timah Ilegal di Kelabat Makin Merajalela, Penambang: Sudah Ada yang Atur Koordinasi
Next: Para Pesilat Indonesia Siap Dukung Misi Prabowo Bawa Pencak Silat Tembus Olimpiade

BERITA TERKAIT

sp_2814426
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional

Bank Sentral Asia Pasifik Perkuat Tata Kelola AI Hadapi Tantangan Global

bangkatvnews Juli 24, 2026
IMG-20260723-WA0146
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik

Peringatan Akademisi: Toleransi PKL Tanpa Aturan Jelas Bisa Memicu Pungli dan Ketidakpastian Hukum

bangkatvnews Juli 23, 2026
Desain tanpa judul_20260721_200004_0000
  • Hukum
  • Nasional

Jendela Group Babel Kecam Hotman Paris, Desak DPN Cabut Izin Beracara dan Menkum Beri Sanksi

bangkatvnews Juli 21, 2026

Connect with Us

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok

EDITOR CHOICE

Hari Anak Nasional 2026, Bunda PAUD Babel Noni Hidayat Arsani Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus hari anak 1
  • Advetorial
  • Daerah

Hari Anak Nasional 2026, Bunda PAUD Babel Noni Hidayat Arsani Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Juli 24, 2026
Bebas dari LPKA, M. Ikbal Dapat Hadiah Laptop dari Bunda Literasi Babel Noni Hidayat untuk Wujudkan Mimpi di Dunia IT hari anak 2 2
  • Advetorial
  • Daerah

Bebas dari LPKA, M. Ikbal Dapat Hadiah Laptop dari Bunda Literasi Babel Noni Hidayat untuk Wujudkan Mimpi di Dunia IT

Juli 23, 2026
Tak Ada Lagi Anak Sulit Akses Sekolah, Gubernur Hidayat Arsani Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang sma 5 pkp 1 3
  • Advetorial
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Photo

Tak Ada Lagi Anak Sulit Akses Sekolah, Gubernur Hidayat Arsani Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang

Juli 7, 2026
Inflasi Babel Terkendali di Tengah Kenaikan Tarif Transportasi dan Harga Pangan mn 4
  • Advetorial
  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis

Inflasi Babel Terkendali di Tengah Kenaikan Tarif Transportasi dan Harga Pangan

Juni 3, 2026
Ekonomi Bangka Belitung Triwulan I 2026 Tumbuh Sebesar 4,53% BANGKA TV.00_00_02_13.Still063 5
  • Advetorial
  • Ekonomi Bisnis

Ekonomi Bangka Belitung Triwulan I 2026 Tumbuh Sebesar 4,53%

Mei 6, 2026

TENTANG KAMI

BangkaTVNews.com merupakan portal berita digital di bawah naungan PT Bangka Media Digital yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan terpercaya dari Kepulauan Bangka Belitung, serta perkembangan nasional dan internasional. Berkomitmen pada jurnalisme yang faktual, berimbang, dan independen. BangkaTVNews.com menghadirkan informasi yang mudah diakses melalui berbagai platform digital.

Connect with Us

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok
  • Home
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok
Copyright © All rights reserved. | BangkaTVNews.com