BANGKA TENGAH – bangkatvnews.com – Kenaikan harga plastik yang terjadi sejak usai Lebaran 2026 mulai berdampak pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bangka Tengah. Para pelaku usaha mengaku harus memutar otak untuk tetap bertahan di tengah lonjakan biaya produksi.
Salah satu pelaku UMKM, Siti Aisyah, mengatakan harga plastik kemasan mengalami kenaikan signifikan. Ia menyebut harga plastik yang sebelumnya Rp10 ribu per pak kini naik menjadi Rp16 ribu.
“Sekarang bukan sekadar naik, tapi sudah berubah harga. Plastik yang dulu Rp10 ribu sekarang jadi Rp16 ribu per pak. Kemasan mika juga naik dari Rp15 ribu jadi Rp17 ribu,” ujar Siti Aisyah.
Ia mengaku hingga saat ini masih mempertahankan harga jual produknya. Namun, jika kondisi terus berlanjut, ia terpaksa menaikkan harga.
“Untuk sekarang kami masih jual harga normal karena masih stok lama. Tapi ke depan, kemungkinan harga kue per cup akan naik Rp1.000 sampai Rp2.000, dari Rp10 ribu bisa jadi Rp11 ribu atau Rp12 ribu,” tambahnya.
Siti juga menjelaskan, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada plastik, tetapi juga bahan baku lainnya yang sudah mulai naik sejak sebelum Lebaran.
Kondisi ini turut dibenarkan Kepala Disperindagkop UMKM Bangka Tengah, Irwandi. Ia menyebut kenaikan harga plastik, sedotan, hingga sulitnya mendapatkan susu segar menjadi tantangan bagi pelaku usaha.
“Dampaknya jelas ada. Kawan-kawan UMKM sekarang berada di posisi sulit. Kalau harga dinaikkan, takut tidak laku, tapi kalau tidak dinaikkan mereka juga rugi karena biaya produksi naik,” jelas Irwandi.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memantau pergerakan harga di lapangan agar tidak terjadi lonjakan yang tidak wajar.
“Kami rutin memantau harga dari agen hingga ke masyarakat. Jangan sampai ada selisih harga yang terlalu tinggi. Kami juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi tetap terkendali,” tegasnya.
Sementara itu, pedagang plastik, Fajar, mengungkapkan kenaikan harga terjadi hampir di seluruh produk berbahan plastik. Ia bahkan menyebut kenaikan kali ini sebagai yang tertinggi selama ia berjualan.
“Kalau dibilang sih bukan naik, tapi ini sudah pindah harga. Modal satu karung yang dulu Rp750 ribu sekarang jadi Rp1,3 juta. Plastik kresek hitam dari Rp24 ribu jadi Rp28 ribu, yang putih malah dari Rp35 ribu naik jadi Rp58 ribu per pak,” kata Fajar.
Ia menambahkan, kenaikan harga juga terjadi pada gelas plastik yang kini dijual Rp15 ribu per pak dari sebelumnya Rp10 ribu.
“Kenaikan ini terjadi setelah perang di Timur Tengah, karena bahan plastik berasal dari sana. Pembelian masih normal, tapi masyarakat sekarang beli dengan harga yang lebih tinggi,” tutupnya.
Kenaikan harga plastik ini diperkirakan akan terus berdampak pada harga produk UMKM jika tidak segera terjadi stabilisasi harga bahan baku di pasaran. (goes)
