
PANGKALPINANG – bangkatvnews.com – Warga keturunan Bali di Pulau Bangka menggelar tradisi syukuran, sekaligus penyucian rumah baru yang dikenal dengan upacara melaspas. Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan pemuka agama Hindu langsung dari Bali.
Upacara melaspas merupakan prosesi penting dalam tradisi Hindu Bali, yang wajib dilakukan sebelum rumah ditempati. Ritual ini bertujuan membersihkan bangunan dari energi negatif, roh jahat, serta kotoran niskala atau unsur spiritual yang melekat selama proses pembangunan.
Pemuka agama Hindu, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa yang memimpin prosesi menjelaskan, melaspas memiliki makna penyucian secara menyeluruh.
“Upacara melaspas ini bertujuan menyucikan rumah, baik secara sekala atau fisik maupun niskala atau spiritual, agar layak dihuni dan membawa keharmonisan bagi penghuninya,” ujarnya.
Dalam prosesi tersebut, pemuka agama memercikkan air suci atau tirta ke seluruh sudut rumah. Ritual ini dilakukan untuk menetralisir energi negative, sekaligus mengusir pengaruh buruk dari dalam bangunan.
Tradisi ini juga menjadi bagian dari penerapan konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, lingkungan, dan Tuhan. Selain itu, warga juga melaksanakan prosesi pengeresikan dan mecaru di pekarangan rumah sebagai bagian dari penyucian.
Pemilik rumah, Surya mengatakan, upacara melaspas menjadi langkah penting bagi dirinya dan keluarga sebelum menempati hunian baru.
“Kami berharap rumah ini membawa kebaikan dan keberkahan, tidak hanya untuk keluarga kami, tetapi juga untuk lingkungan sekitar,” katanya.
Menariknya, dalam kegiatan ini pemilik rumah juga menghadirkan pertunjukan seni budaya Tionghoa, berupa barongsai untuk menghibur para tamu undangan.
Warga percaya, rumah yang ditempati tanpa melalui prosesi melaspas berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dan kurangnya keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.
