BANGKA BARAT – bangkatvnews.com – Sebanyak 20.648 kepala keluarga di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tercatat sebagai petani kelapa sawit. Namun, produktivitas yang dihasilkan masih tergolong rendah, yakni hanya sekitar 19,7 ton per semester.
Data dari Dinas Pertanian dan Pangan setempat hingga Desember 2025 menunjukkan, puluhan ribu petani tersebut mengelola lahan perkebunan sawit dengan total luas mencapai 45.638 hektare. Meski luas lahan cukup besar, produksi tandan buah segar (TBS) masih belum optimal.
Jika dirata-ratakan, setiap petani bahkan belum mampu menghasilkan satu ton buah kelapa sawit dalam kurun waktu enam bulan. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena belum sebanding dengan potensi lahan yang dimiliki.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Bangka Barat, Benhard Batubara, mengungkapkan rendahnya produksi disebabkan oleh beberapa faktor, terutama kualitas bibit yang tidak terjamin.
“Kualitas bibit yang digunakan petani masih belum terjamin, sehingga berdampak pada rendahnya produksi buah. Selain itu, luas kebun sawit rakyat tersebar di beberapa kawasan, dengan total mencapai sekitar 45 ribu hektare dan jumlah pekebun tercatat sebanyak 20.648 kepala keluarga,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah daerah melalui dinas terkait berencana melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada para petani. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas budidaya serta mendorong produktivitas hasil perkebunan sawit masyarakat.
Dengan perbaikan pada aspek bibit dan pengelolaan, produksi kelapa sawit di Bangka Barat ditargetkan dapat meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi para petani.
