Tim SAR Gabungan melakukan proses evakuasi terhadap KM Kharisma yang mengalami mati mesin Selasa (7/7/2026), Foto: Basarnas Pangkalpinang.
PANGKALPINANG – bangkatvnews.com – Sembilan anak buah kapal (ABK) KM Kharisma berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan, setelah kapal pencari cumi yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di perairan Pantai Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Insiden tersebut terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 15.05 WIB, saat KM Kharisma dalam perjalanan kembali ke daratan usai mencari cumi di perairan Pantai Rebo.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika menjelaskan, permasalahan bermula ketika kapal kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Awak kapal kemudian berupaya mengisi tangki menggunakan BBM cadangan yang disimpan dalam jeriken.
“Saat perjalanan pulang, kapal mengalami kehabisan bahan bakar. Awak kapal kemudian mengisi BBM cadangan dari jeriken, namun bahan bakar tersebut ternyata telah tercampur air sehingga menyebabkan mesin kapal mengalami kerusakan total dan tidak dapat dihidupkan kembali,” jelas Mikel.
Setelah berupaya memperbaiki mesin secara mandiri selama beberapa jam namun tidak berhasil, para ABK akhirnya meminta bantuan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.
Merespons laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang langsung mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Karna beserta tim rescue menuju lokasi kejadian.
“Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan KN SAR Karna beserta personel rescue untuk melakukan pencarian dan memberikan bantuan evakuasi. Keselamatan seluruh awak kapal menjadi prioritas utama dalam operasi ini,” tambah Mikel.
Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan posisi KM Kharisma pada Selasa (7/7/2026) pukul 00.30 WIB. Saat ditemukan, kapal dalam kondisi terombang-ambing di tengah laut.
Meski operasi dilakukan pada malam hari dengan jarak pandang terbatas, proses evakuasi tetap berlangsung sesuai prosedur keselamatan.
Untuk menghindari risiko yang lebih besar apabila cuaca berubah, Tim SAR memutuskan menarik KM Kharisma menggunakan metode towing menuju Dermaga PTS Pelabuhan Pangkalbalam.
“Karena kondisi mesin sudah tidak dapat beroperasi dan mempertimbangkan keselamatan awak kapal, Tim SAR Gabungan memutuskan melakukan towing terhadap KM Kharisma menuju Pelabuhan Pangkalbalam. Langkah ini merupakan cara paling aman agar seluruh korban dapat segera dievakuasi,” ujar Mikel.
Proses penarikan berlangsung selama beberapa jam dan melibatkan personel Rescue Kansar Pangkalpinang, ABK KN SAR Karna, serta personel Direktorat Polairud.
Sebanyak sembilan korban yang seluruhnya merupakan warga Lontong Pancur, Kota Pangkalpinang, termasuk seorang anak berusia 10 tahun bernama Arga, langsung menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Alhamdulillah seluruh awak KM Kharisma berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, mulai dari Tim Rescue Kansar Pangkalpinang, ABK KN SAR Karna, hingga personel Polairud yang telah bekerja cepat dan bersinergi sehingga operasi ini dapat berjalan lancar,” tutupnya.
Dengan seluruh korban berhasil diselamatkan, operasi SAR terhadap KM Kharisma resmi diusulkan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
