BANGKA TENGAH – bangkatvnews.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite masih menjadi keluhan masyarakat di Kabupaten Bangka Tengah. Di Kota Koba, antrean kendaraan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Soekarno Hatta Berok bahkan mengular hingga sekitar satu kilometer, Selasa (14/7).
Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat tampak memadati area SPBU sejak pagi hari. Panjangnya antrean menyebabkan sebagian badan jalan tertutup kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM, sehingga petugas kepolisian harus turun tangan mengatur arus lalu lintas agar kemacetan tidak semakin parah.
Penanggung Jawab BBM SPBU, Riski mengatakan, pihaknya telah berupaya memberikan pelayanan maksimal. Namun, kapasitas SPBU yang terbatas membuat antrean panjang tidak dapat dihindari.
Menurutnya, SPBU tersebut setiap hari menerima kuota Pertalite sebanyak 24 kiloliter, kemudian ditambah menjadi 32 kiloliter untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat. Meski demikian, penambahan kuota belum mampu mengurai antrean kendaraan.
“Kalau untuk saat ini antreannya memang sudah cukup panjang, kurang lebih sekitar satu kilometer. Kuota harian kami sebelumnya 24 kiloliter, sekarang sudah ditambah menjadi 32 kiloliter. Stok BBM aman, hanya saja dampak dari adanya SPBU lain yang terkena skorsing, membuat masyarakat beralih mengisi di sini sehingga antrean semakin panjang,” ujar Riski.
Ia menjelaskan, SPBU mengoperasikan tujuh nozzle dari empat dispenser, terdiri dari empat nozzle BBM subsidi dan tiga nozzle BBM nonsubsidi. Selain itu, pengawasan juga diperketat untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi.
Untuk kendaraan roda empat, pengisian hanya dilayani menggunakan QR Code yang sesuai dengan data kendaraan. Sementara untuk kendaraan roda dua, petugas melakukan pemantauan agar tidak ada pengendara yang berulang kali mengantre, demi menghindari praktik penimbunan maupun pengeritan.
Di sisi lain, warga mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain mengantre selama berjam-jam, karena stok Pertalite di tingkat pengecer sudah kosong.
Salah seorang warga, Kusniawita mengatakan, dirinya rela mengantre lama agar bisa mendapatkan BBM Pertalite untuk opersional kendaraannya sehari-hari. Menurutnya, kelangkaan BBM membuat masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain menunggu di SPBU.
“Kami terpaksa mengantre berjam-jam karena kalau tidak antre, takut tidak kebagian. Di pengecer juga sudah tidak ada Pertalite, jadi satu-satunya harapan ya mengisi di SPBU,” ujar Kusniawita.
Sementara itu, Sriwana, warga lainnya mengaku, sengaja mengantre untuk mengisi bahan bakar kendaraan yang digunakan anaknya berangkat ke sekolah, karena stok BBM Tingkat pengecer yang berada di kampungya sudah kosong, sementara jarak rumahnya dengan SPBU in cukup jauh.
“Saya mengantre untuk mengisi BBM kendaraan anak saya yang dipakai berangkat ke sekolah. Mau tidak mau harus sabar menunggu karena memang sangat dibutuhkan,” kata Sriwana.
Pihak SPBU memastikan stok Pertalite masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Pengelola juga mengimbau warga agar tidak panik ataupun melakukan pembelian secara berlebihan, karena distribusi BBM subsidi akan terus dilakukan sesuai kuota yang ditetapkan.
Masyarakat berharap pasokan BBM di seluruh SPBU di Bangka Tengah segera kembali normal, sehingga antrean panjang tidak lagi terjadi dan aktivitas warga dapat berjalan seperti biasa.
