Skip to content
Juli 30, 2026
  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok
Bangka TV News

Bangka TV News

Dari Babel Untuk Indonesia

banner-promo-full-blue-revised
Primary Menu
  • Home
  • Advetorial
  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum Kriminal
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Tekno
  • Video
Watch Video
  • Home
  • Daerah
  • Riset Walhi Ungkap Tambang Timah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat Lokal
  • Daerah

Riset Walhi Ungkap Tambang Timah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat Lokal

bangkatvnews April 10, 2026 3 minutes read
IMG_20260409_174850

PANGKALPINANG, BTVNEWS.COM — Praktik pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menjadi sorotan setelah terbitnya laporan riset terbaru dari Perkumpulan PRAKARSA tahun 2026 dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Babel. Studi tersebut mengungkap berbagai dampak serius terhadap lingkungan, sosial, hingga pelanggaran hak asasi manusia (HAM), khususnya di kawasan Desa Mapur, Kabupaten Bangka.

Dalam laporan bertajuk Identifikasi dan Penilaian Dampak HAM Berbasis Komunitas (COBHRA), disebutkan bahwa Bangka Belitung merupakan salah satu pemasok timah terbesar dunia dengan kontribusi hampir 20 persen pasokan global. Namun, kekayaan sumber daya tersebut justru tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kelimpahan sumber daya alam berupa timah tidak berkorelasi positif dengan kesejahteraan masyarakat, tetapi justru menciptakan krisis sosial-ekologis dan kemiskinan struktural,” tulis tim peneliti dalam laporan tersebut.

Riset ini menemukan bahwa aktivitas tambang, baik legal maupun ilegal, telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Sedimentasi limbah tambang (tailing) di wilayah pesisir disebut memicu kematian ekosistem mangrove dan terumbu karang, yang berdampak langsung pada penurunan hasil tangkapan nelayan tradisional.

BACA JUGA:  Suara Mesin dari Balik Hutan Lindung Toboali, Siapa Pemilik Tambang Timah Diduga Ilegal?

Selain itu, perubahan alur sungai, pendangkalan muara, hingga pencemaran air akibat lubang bekas tambang (kolong) menjadi ancaman serius bagi sumber air bersih masyarakat.

Data dari WALHI Kepulauan Bangka Belitung juga memperkuat temuan tersebut. Dalam periode 2014–2020, wilayah ini kehilangan sekitar 460 ribu hektare hutan tropis, sementara lebih dari 55 persen sungai mengalami pencemaran.

 

Ancaman terhadap Masyarakat Adat dan Nelayan

Tak hanya lingkungan, dampak sosial juga dirasakan oleh masyarakat adat, khususnya komunitas Orang Lom di Desa Mapur. Mereka menghadapi ancaman kehilangan tanah ulayat akibat tumpang tindih izin tambang dan perkebunan.

Direktur Eksekutif The PRAKARSA, Victoria Fanggidae, dalam pengantar laporan menyatakan bahwa pendekatan pembangunan berbasis ekstraksi sumber daya kerap mengabaikan suara komunitas lokal.

BACA JUGA:  Jagung Pipil Siap Panen, Bukti Keberhasilan Pembinaan di Lapas Pangkalpinang

“Suara, pengalaman, dan perspektif masyarakat terdampak harus menjadi dasar dalam menilai risiko dan dampak pertambangan,” ujarnya.

Penelitian ini juga menemukan adanya indikasi manipulasi dalam proses persetujuan masyarakat (FPIC), di mana dokumen administratif diduga digunakan untuk melegitimasi operasi tambang tanpa persetujuan penuh warga.

Temuan penting lainnya adalah adanya praktik “pencucian rantai pasok” (supply chain laundering). Bijih timah dari tambang ilegal disebut masuk ke rantai pasok formal melalui jaringan kolektor dan kemitraan yang tidak transparan.

Akibatnya, perusahaan seolah memiliki pasokan legal, padahal berasal dari aktivitas yang merusak lingkungan dan melanggar aturan.

Laporan tersebut juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan dan uji tuntas (due diligence) yang selama ini lebih bersifat administratif dan tidak mampu mendeteksi realitas di lapangan.

BACA JUGA:  Basarnas Lakukan Pencarian Nelayan Hilang di Pangkalpinang

 

Risiko Kesehatan dan Ketimpangan Gender

Dari sisi kesehatan, masyarakat menghadapi risiko akibat paparan air tercemar hingga potensi kandungan zat berbahaya dari limbah tambang. Sementara itu, perempuan di sekitar tambang mengalami marginalisasi ganda, baik dalam akses pekerjaan maupun perlindungan keselamatan kerja.

Banyak perempuan terpaksa bekerja di sektor informal tambang dengan risiko tinggi tanpa jaminan keselamatan.

 

Rekomendasi: Perbaikan Tata Kelola Tambang

Sebagai solusi, peneliti merekomendasikan sejumlah langkah strategis, diantaranya:

  • Penguatan pengawasan tambang berbasis verifikasi lapangan
  • Transparansi rantai pasok timah hingga ke tingkat penambang
  • Penerapan uji tuntas HAM berbasis komunitas (COBHRA)
  • Penegakan hukum terhadap pelaku utama, termasuk korporasi

“Pendekatan pengawasan harus beralih dari sekadar administratif menjadi verifikasi faktual di lapangan,” tegas laporan tersebut.

Bagikan Ke :

Post navigation

Previous: Fery Insani Tolak Pengunduran Diri Kades Jada Bahrin
Next: Dedi Mulyadi Beli Motor Warga yang Dipersulit Urus STNK Tanpa KTP Pemilik Lama

BERITA TERKAIT

ok
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Video

Polisi Ciduk Pria Pembawa 120 Butir Ekstasi di Bangka Selatan

bangkatvnews Juli 30, 2026
IMG-20260730-WA0020
  • Daerah

Cetak Generasi Muda Berjiwa Kemanusiaan, PMI Bangka Bekali Guru Pembina PMR Lewat Orientasi Kepalangmerahan

bangkatvnews Juli 30, 2026
IMG-20260729-WA0127
  • Daerah

Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui, Gubernur Hidayat Arsani Tegaskan Komitmen Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel

bangkatvnews Juli 30, 2026

Connect with Us

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok

EDITOR CHOICE

Hari Anak Nasional 2026, Bunda PAUD Babel Noni Hidayat Arsani Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus hari anak 1
  • Advetorial
  • Daerah

Hari Anak Nasional 2026, Bunda PAUD Babel Noni Hidayat Arsani Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Juli 24, 2026
Bebas dari LPKA, M. Ikbal Dapat Hadiah Laptop dari Bunda Literasi Babel Noni Hidayat untuk Wujudkan Mimpi di Dunia IT hari anak 2 2
  • Advetorial
  • Daerah

Bebas dari LPKA, M. Ikbal Dapat Hadiah Laptop dari Bunda Literasi Babel Noni Hidayat untuk Wujudkan Mimpi di Dunia IT

Juli 23, 2026
Tak Ada Lagi Anak Sulit Akses Sekolah, Gubernur Hidayat Arsani Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang sma 5 pkp 1 3
  • Advetorial
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Photo

Tak Ada Lagi Anak Sulit Akses Sekolah, Gubernur Hidayat Arsani Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang

Juli 7, 2026
Inflasi Babel Terkendali di Tengah Kenaikan Tarif Transportasi dan Harga Pangan mn 4
  • Advetorial
  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis

Inflasi Babel Terkendali di Tengah Kenaikan Tarif Transportasi dan Harga Pangan

Juni 3, 2026
Ekonomi Bangka Belitung Triwulan I 2026 Tumbuh Sebesar 4,53% BANGKA TV.00_00_02_13.Still063 5
  • Advetorial
  • Ekonomi Bisnis

Ekonomi Bangka Belitung Triwulan I 2026 Tumbuh Sebesar 4,53%

Mei 6, 2026

TENTANG KAMI

BangkaTVNews.com merupakan portal berita digital di bawah naungan PT Bangka Media Digital yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan terpercaya dari Kepulauan Bangka Belitung, serta perkembangan nasional dan internasional. Berkomitmen pada jurnalisme yang faktual, berimbang, dan independen. BangkaTVNews.com menghadirkan informasi yang mudah diakses melalui berbagai platform digital.

Connect with Us

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok
  • Home
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok
Copyright © All rights reserved. | BangkaTVNews.com