Skip to content
Juni 15, 2026
  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok
Bangka TV News

Bangka TV News

Dari Babel Untuk Indonesia

banner-promo-full-blue-revised
Primary Menu
  • Home
  • Advetorial
  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum Kriminal
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Photo
  • Politik
  • Tekno
  • Video
Watch Video
  • Home
  • Daerah
  • Riset Walhi Ungkap Tambang Timah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat Lokal
  • Daerah

Riset Walhi Ungkap Tambang Timah Tidak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat Lokal

bangkatvnews April 10, 2026 3 minutes read
IMG_20260409_174850

PANGKALPINANG, BTVNEWS.COM — Praktik pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menjadi sorotan setelah terbitnya laporan riset terbaru dari Perkumpulan PRAKARSA tahun 2026 dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Babel. Studi tersebut mengungkap berbagai dampak serius terhadap lingkungan, sosial, hingga pelanggaran hak asasi manusia (HAM), khususnya di kawasan Desa Mapur, Kabupaten Bangka.

Dalam laporan bertajuk Identifikasi dan Penilaian Dampak HAM Berbasis Komunitas (COBHRA), disebutkan bahwa Bangka Belitung merupakan salah satu pemasok timah terbesar dunia dengan kontribusi hampir 20 persen pasokan global. Namun, kekayaan sumber daya tersebut justru tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kelimpahan sumber daya alam berupa timah tidak berkorelasi positif dengan kesejahteraan masyarakat, tetapi justru menciptakan krisis sosial-ekologis dan kemiskinan struktural,” tulis tim peneliti dalam laporan tersebut.

Riset ini menemukan bahwa aktivitas tambang, baik legal maupun ilegal, telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Sedimentasi limbah tambang (tailing) di wilayah pesisir disebut memicu kematian ekosistem mangrove dan terumbu karang, yang berdampak langsung pada penurunan hasil tangkapan nelayan tradisional.

BACA JUGA:  Polres Bangka Tengah Gelar Sertijab, Sejumlah Pejabat Berganti

Selain itu, perubahan alur sungai, pendangkalan muara, hingga pencemaran air akibat lubang bekas tambang (kolong) menjadi ancaman serius bagi sumber air bersih masyarakat.

Data dari WALHI Kepulauan Bangka Belitung juga memperkuat temuan tersebut. Dalam periode 2014–2020, wilayah ini kehilangan sekitar 460 ribu hektare hutan tropis, sementara lebih dari 55 persen sungai mengalami pencemaran.

 

Ancaman terhadap Masyarakat Adat dan Nelayan

Tak hanya lingkungan, dampak sosial juga dirasakan oleh masyarakat adat, khususnya komunitas Orang Lom di Desa Mapur. Mereka menghadapi ancaman kehilangan tanah ulayat akibat tumpang tindih izin tambang dan perkebunan.

Direktur Eksekutif The PRAKARSA, Victoria Fanggidae, dalam pengantar laporan menyatakan bahwa pendekatan pembangunan berbasis ekstraksi sumber daya kerap mengabaikan suara komunitas lokal.

BACA JUGA:  Tambang Ilegal Menggila, Kebun Sawit di Kelabat Bangka Barat Porak-Poranda

“Suara, pengalaman, dan perspektif masyarakat terdampak harus menjadi dasar dalam menilai risiko dan dampak pertambangan,” ujarnya.

Penelitian ini juga menemukan adanya indikasi manipulasi dalam proses persetujuan masyarakat (FPIC), di mana dokumen administratif diduga digunakan untuk melegitimasi operasi tambang tanpa persetujuan penuh warga.

Temuan penting lainnya adalah adanya praktik “pencucian rantai pasok” (supply chain laundering). Bijih timah dari tambang ilegal disebut masuk ke rantai pasok formal melalui jaringan kolektor dan kemitraan yang tidak transparan.

Akibatnya, perusahaan seolah memiliki pasokan legal, padahal berasal dari aktivitas yang merusak lingkungan dan melanggar aturan.

Laporan tersebut juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan dan uji tuntas (due diligence) yang selama ini lebih bersifat administratif dan tidak mampu mendeteksi realitas di lapangan.

BACA JUGA:  Limosin Hampir Satu Ton Disiapkan Presiden untuk Warga Bangka Tengah

 

Risiko Kesehatan dan Ketimpangan Gender

Dari sisi kesehatan, masyarakat menghadapi risiko akibat paparan air tercemar hingga potensi kandungan zat berbahaya dari limbah tambang. Sementara itu, perempuan di sekitar tambang mengalami marginalisasi ganda, baik dalam akses pekerjaan maupun perlindungan keselamatan kerja.

Banyak perempuan terpaksa bekerja di sektor informal tambang dengan risiko tinggi tanpa jaminan keselamatan.

 

Rekomendasi: Perbaikan Tata Kelola Tambang

Sebagai solusi, peneliti merekomendasikan sejumlah langkah strategis, diantaranya:

  • Penguatan pengawasan tambang berbasis verifikasi lapangan
  • Transparansi rantai pasok timah hingga ke tingkat penambang
  • Penerapan uji tuntas HAM berbasis komunitas (COBHRA)
  • Penegakan hukum terhadap pelaku utama, termasuk korporasi

“Pendekatan pengawasan harus beralih dari sekadar administratif menjadi verifikasi faktual di lapangan,” tegas laporan tersebut.

Bagikan Ke :

Post navigation

Previous: Fery Insani Tolak Pengunduran Diri Kades Jada Bahrin
Next: Dedi Mulyadi Beli Motor Warga yang Dipersulit Urus STNK Tanpa KTP Pemilik Lama

BERITA TERKAIT

BANGKA TV.00_02_21_19.Still104
  • Daerah
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Video

Polsek Pemali Amankan Ratusan Botol Minhol dari Warkop di Air Ruay

bangkatvnews Juni 13, 2026
mk
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Video

153 Lansia Bangka Tengah Diwisuda Al-Qur’an

bangkatvnews Juni 13, 2026
IMG_20260612_172506
  • Daerah
  • Hukum
  • Peristiwa

Kejagung RI Eksekusi Aset Tamron alias Aon, Tokoh Pemuda Melayu Babel : Libatkan Masyarakat

bangkatvnews Juni 12, 2026

Connect with Us

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok

EDITOR CHOICE

Inflasi Babel Terkendali di Tengah Kenaikan Tarif Transportasi dan Harga Pangan mn 1
  • Advetorial
  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis

Inflasi Babel Terkendali di Tengah Kenaikan Tarif Transportasi dan Harga Pangan

Juni 3, 2026
Ekonomi Bangka Belitung Triwulan I 2026 Tumbuh Sebesar 4,53% BANGKA TV.00_00_02_13.Still063 2
  • Advetorial
  • Ekonomi Bisnis

Ekonomi Bangka Belitung Triwulan I 2026 Tumbuh Sebesar 4,53%

Mei 6, 2026
Masih Terkendali, Inflasi Bangka Belitung di April 2026 sebesar 0,39 % nn 3
  • Advetorial
  • Ekonomi Bisnis

Masih Terkendali, Inflasi Bangka Belitung di April 2026 sebesar 0,39 %

Mei 6, 2026
BI Babel Perketat Seleksi UMKM di BEKISAH 2026 arief 4
  • Advetorial
  • Ekonomi Bisnis

BI Babel Perketat Seleksi UMKM di BEKISAH 2026

April 6, 2026
BEKISAH 2026, BI Babel Gencarkan Kampanye Ekonomi Syariah BEKISAH 2026, BI Babel Gencarkan Kampanye Ekonomi Syariah 5
  • Advetorial
  • Ekonomi Bisnis

BEKISAH 2026, BI Babel Gencarkan Kampanye Ekonomi Syariah

April 6, 2026

TENTANG KAMI

BangkaTVNews adalah portal berita digital yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan terpercaya seputar berbagai peristiwa di wilayah Kepulauan Bangka Belitung serta perkembangan nasional dan internasional. BangkaTVNews.com berkomitmen menghadirkan berita yang faktual, berimbang, dan mudah diakses oleh masyarakat melalui berbagai kanal digital.

Connect with Us

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok
  • Home
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kerja Sama
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram
  • Tiktok
Copyright © All rights reserved. | BangkaTVNews.com