BANGKA TENGAH – bangkatvnews.com – Usia senja ternyata bukan penghalang untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal itu dibuktikan oleh 153 lansia dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah, yang berhasil menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an dan diwisuda dalam Wisuda Majelis Taklim Lansia Angkatan Pertama, Sabtu (13/6/2026).
Momen penuh haru dan inspiratif tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Bangka Tengah. Para lansia berdiri sejajar dengan ribuan santri Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA/TPA) LPPTKA Angkatan ke-23, serta Tahfidz Juz 30 Angkatan ke-10 yang juga mengikuti prosesi wisuda pada hari yang sama.
Di tengah keterbatasan usia, para peserta lansia menunjukkan bahwa semangat menuntut ilmu tidak pernah mengenal kata terlambat. Dengan mengenakan toga wisuda dan senyum bahagia, mereka membuktikan bahwa belajar Al-Qur’an dapat dilakukan kapan saja, bahkan ketika usia telah memasuki kepala enam dan tujuh.
Salah satu peserta wisuda, Siti Aminah (66), mengaku tidak pernah membayangkan dirinya bisa merasakan momen wisuda Al-Qur’an di usia senja. Namun berkat ketekunan dan semangat yang kuat, ia berhasil melewati seluruh tahapan pembelajaran hingga dinyatakan lulus munaqosah.
“Alhamdulillah saya merasa sangat bahagia. Selama lebih dari tiga bulan kami belajar siang dan malam untuk menghadapi tes. Surat yang paling menantang bagi saya adalah Surat Ar-Rahman karena cukup panjang. Tapi Alhamdulillah akhirnya bisa hafal semuanya,” ujar Siti Aminah dengan mata berbinar.
Ia berharap apa yang telah dicapainya dapat menjadi motivasi bagi anak dan cucunya untuk semakin mencintai Al-Qur’an.
“Harapan saya, anak cucu selalu dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup. Semoga kelak menjadi keluarga yang mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” tambahnya.
Kisah inspiratif juga datang dari Heriyati, peserta wisuda asal Desa Terak. Di tengah aktivitas sehari-hari sebagai guru mengaji, ia tetap meluangkan waktu untuk menghafal dan memperdalam pemahaman Al-Qur’an.
Menurutnya, usia bukan alasan untuk berhenti belajar, selama masih diberikan kesehatan dan kesempatan oleh Allah SWT.
“Kalau kita bersungguh-sungguh karena Allah, pasti ada hasilnya. Saya selalu membawa Al-Qur’an dan mengulang hafalan kapan pun ada waktu. Untuk generasi muda, jangan pernah bosan belajar Al-Qur’an karena itulah pedoman hidup kita,” katanya.
Seluruh peserta lansia yang mengikuti wisuda telah melewati proses pembelajaran dan munaqosah yang dilakukan oleh tim penguji. Kelulusan mereka menjadi bukti bahwa semangat belajar Al-Qur’an dapat tumbuh di segala usia.
Wisuda Majelis Taklim Lansia Angkatan Pertama ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga menghadirkan pesan kuat bahwa menuntut ilmu adalah perjalanan seumur hidup. Di saat sebagian orang menganggap usia lanjut sebagai masa untuk beristirahat, para lansia ini justru menunjukkan keteguhan hati untuk terus belajar, menghafal, dan memperdalam pemahaman agama.
Semangat 153 lansia Bangka Tengah tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda, bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Jika di usia senja mereka masih mampu menghafal Al-Qur’an dan menyelesaikan munaqosah, maka generasi yang lebih muda tentu memiliki kesempatan yang jauh lebih besar untuk mencintai dan mengamalkan kitab suci dalam kehidupan sehari-hari.
