BANGKA TENGAH – bangkatvnews.com – Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, sebagai langkah pemerintah dalam menekan laju inflasi harga pangan yang berdampak pada masyarakat.
Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas pangan strategis disediakan, seperti beras, bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng, hingga gula pasir. Harga yang ditawarkan pun lebih rendah dibandingkan harga pasar, dengan selisih berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram.
Sejumlah harga bahan pangan yang dijual di antaranya bawang putih Rp28.000 per kilogram, bawang merah Rp36.000 per kilogram, cabai merah Rp48.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp45.000 per kilogram. Selain itu, bawang bombay dijual Rp28.000 per kilogram, serta wortel, kentang, dan tomat masing-masing Rp14.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan pokok lainnya, beras SPHP dijual Rp59.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, tepung terigu merek Mila Rp11.000 per kilogram, serta minyak goreng merek Befood Rp19.500 per liter. Sementara itu, beras premium seperti BerasKita Premium dijual Rp76.000 per 5 kilogram, Beras 118 Rp75.000 per 5 kilogram, serta Beras RM Premium dan Beras Sendok Premium masing-masing Rp77.000 per 5 kilogram.
Kabupaten Bangka Tengah dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu daerah yang terdampak inflasi. Kegiatan ini merupakan titik kelima dari total sembilan kali pelaksanaan yang didanai melalui anggaran APBN.
Program ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, sehingga warga dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, seperti Bulog, distributor bahan pangan, serta pihak swasta. Stok yang disediakan mencapai beberapa ton untuk komoditas utama seperti beras, sementara komoditas lainnya disesuaikan dengan ketersediaan.
Pelaksana Harian Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung, Ernawati mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
“Ini salah satu program gerakan pangan murah untuk mengantisipasi inflasi harga pangan, khususnya di wilayah yang terdampak,” ujarnya.
Pemerintah juga terus melakukan koordinasi lintas instansi dalam pengendalian inflasi, termasuk pemantauan harga di pasar tradisional, ritel modern, hingga distributor bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan aparat terkait.
Sementara itu, salah satu warga Koba, Ade, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini karena dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
“Sangat terbantu, harganya lebih murah dari pasar. Selisihnya bisa Rp2.000 sampai Rp5.000 per kilo,” ungkapnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga serta meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi pangan.
