PANGKALPINANG – bangkatvnews.com – Demi mempersiapkan atlet menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS ) 2027, sekaligus memperkenalkan airsoft sebagai olahraga yang positif bagi masyarakat, Persatuan Olahraga Airsoft Seluruh Indonesia (PORGASI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar turnamen Battle Airsoft 3 vs 3 terbuka untuk umum di GOR Sahabudin, Pangkalpinang, Minggu (19/7/2026) lalu.
Turnamen perdana ini menjadi langkah awal PORGASI Babel untuk mencari bibit atlet, sekaligus mematahkan anggapan bahwa airsoft identik dengan permainan perang. Dalam olahraga ini, para peserta bertanding menggunakan airsoft gun, yakni replika senjata yang menembakkan peluru plastik (BB), dengan aturan keselamatan yang ketat. Selain mengandalkan ketepatan, olahraga ini juga menuntut strategi, kerja sama tim, dan pengendalian emosi.
Ketua Penyelenggara sekaligus Pengurus PORGASI Babel, Muhammad Idris Sapani, atau yang akrab disapa Pani mengatakan, persiapan turnamen telah dilakukan sejak tiga bulan lalu. Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat.
“Kami melihat olahraga lain seperti WGB (War Game Battle) sudah sangat populer. Karena itu kami berinisiatif mengenalkan airsoft kepada masyarakat. Alhamdulillah responsnya cukup baik. Peserta yang hadir umumnya berusia 20 hingga 30 tahun, bahkan ada yang berusia 40 tahun,” ujar Pani.
Sebanyak 24 orang mendaftar mengikuti kompetisi. Namun, panitia hanya menetapkan 16 peserta agar sistem pertandingan berjalan lebih efektif. Para peserta berasal dari berbagai komunitas, mulai dari tim PORGASI, Federasi Airsoft Indonesia (FAI), PT Timah, Satpol PP, hingga pelajar dan masyarakat umum.
Pani menjelaskan, komunitas airsoft di Bangka Belitung juga terus berkembang. Saat ini sudah terdapat dua tim di Pangkalpinang, serta masing-masing satu tim di Sungailiat, Mentok, Belitung, dan Belitung Timur.
Turnamen ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi FORNAS 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah. Berbekal pengalaman pada penyelenggaraan sebelumnya, PORGASI Babel kini menargetkan mengirim tiga hingga empat tim.
Pada FORNAS nanti akan dipertandingkan empat nomor, yakni tembak reaksi pistol, sniper, killhouse, dan speed QB. Killhouse merupakan simulasi penyelamatan sandera, yang menguji kecepatan dan ketepatan peserta saat bergerak di dalam ruangan, sedangkan speed QB (Speed Quarter Battle) adalah pertandingan dengan arena sempit yang mengutamakan kecepatan, strategi, dan kerja sama tim.
“Turnamen ini akan kami jadikan bahan evaluasi. Jika dalam tiga sampai empat bulan ke depan persiapannya semakin baik, InsyaAllah kegiatan seperti ini akan lebih sering kami gelar. Antusiasme masyarakat cukup tinggi dan itu menjadi semangat bagi kami untuk terus membina atlet menuju Pornas 2027,” kata Pani.
Tak hanya fokus pada prestasi, PORGASI Babel juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah maupun berbagai instansi, untuk menggelar kompetisi airsoft pada berbagai momentum, seperti peringatan Hari Kemerdekaan RI, hari jadi daerah, maupun HUT perusahaan.
Pani menegaskan, airsoft merupakan olahraga yang dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan adrenalin. Melalui olahraga ini, peserta dilatih disiplin, sportif, mampu bekerja sama dalam tim, serta mengendalikan emosi di bawah tekanan. Bahkan, menurutnya, olahraga ini kini juga diminati kaum perempuan.
Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat, PORGASI dan FAI membuka kesempatan bagi siapa saja untuk bergabung. Latihan rutin saat ini digelar sedikitnya satu kali setiap bulan di GOR Sahabudin, dan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan anggota. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, PORGASI Babel berharap semakin banyak atlet muda bermunculan sehingga Bangka Belitung mampu tampil lebih kompetitif dan meraih prestasi membanggakan pada FORNAS 2027.
