PANGKALPINANG, BTVNEWS.COM— Tahun 2026 disebut sebagai momentum emas bagi dunia usaha di Indonesia. Sejumlah sektor bisnis diprediksi akan mengalami pertumbuhan signifikan, didorong oleh transformasi digital, transisi energi, hingga kebijakan hilirisasi industri.
Para analis menilai, peluang “cuan besar” terbuka lebar, terutama bagi pelaku usaha yang mampu beradaptasi dengan perubahan tren global dan teknologi.
Salah satu sektor paling menjanjikan adalah ekonomi digital. Pemerintah memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia akan menembus USD130 miliar pada 2026, menjadikannya terbesar di Asia Tenggara.
Selain itu, transaksi pembayaran digital juga meningkat pesat hingga 4,7 miliar transaksi pada awal 2026, tumbuh hampir 40% secara tahunan.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan:
“Ekonomi digital menjadi tujuan investasi utama dan fondasi pertumbuhan ekonomi masa depan.”
Fenomena ini membuka peluang besar di sektor:
- E-commerce & social commerce
- Fintech & pembayaran digital
- Artificial Intelligence (AI) & data analytics
Selain digital, sektor energi terbarukan juga diprediksi tumbuh pesat seiring dorongan global menuju ekonomi hijau.
Indonesia memiliki potensi energi terbarukan mencapai 417,8 gigawatt (GW), namun baru sekitar 2,5% yang dimanfaatkan.
Artinya, peluang investasi dan bisnis di sektor ini masih sangat besar, mulai dari:
- Pembangkit listrik tenaga surya dan angin
- Kendaraan listrik & ekosistemnya
- Bisnis berbasis energi ramah lingkungan
Pemerintah pun mendorong transisi energi sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju ekonomi berkelanjutan.
Sektor ketiga yang diprediksi “meledak” adalah hilirisasi industri, khususnya di bidang pertambangan dan sumber daya alam.
Kebijakan hilirisasi bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, seperti:
- Nikel, baterai kendaraan listrik
- Mineral, produk manufaktur
- Komoditas mentah, barang jadi
Tren ini dinilai akan membuka peluang besar bagi investasi industri dan penciptaan lapangan kerja baru.
Menurut berbagai analisis industri, bisnis yang akan bertahan dan berkembang di 2026 adalah yang:
- Berbasis teknologi (AI, cloud, IoT)
- Mengedepankan keberlanjutan (green business)
- Memiliki nilai tambah tinggi
“Digitalisasi dan inovasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan untuk bertahan,” demikian salah satu analisis tren bisnis 2026.
