
BANGKA – bangkatvnews.com – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bangka anjlok pasca Hari Raya Idul Fitri 2026. Kondisi ini dikeluhkan para petani karena harga jual sebagian besar berada di bawah Rp3.000 per kilogram, sementara di Pulau Belitung harga TBS justru masih tergolong tinggi.
Sejumlah perwakilan perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Bangka bertemu dengan perwakilan petani di kediaman dinas Bupati Bangka untuk membahas persoalan tersebut. Dalam pertemuan itu, perusahaan menyampaikan beberapa alasan turunnya harga, di antaranya melimpahnya stok TBS pasca Lebaran, adanya perbedaan rantai distribusi dari petani hingga perusahaan, serta belum adanya fasilitas refinery di daerah tersebut.
Perwakilan perusahaan sawit, Michael, menjelaskan bahwa kondisi pasokan yang berlimpah turut memengaruhi harga beli di tingkat perusahaan.
“Stok TBS setelah Lebaran cukup banyak, sehingga memengaruhi harga beli di perusahaan, ditambah faktor distribusi dan belum adanya refinery,” ujarnya.
Namun, Ketua APKASINDO Kabupaten Bangka, Jamaludin, menolak alasan tersebut. Ia menilai harga TBS seharusnya tidak turun drastis karena harga crude palm oil (CPO) saat ini masih tergolong tinggi.
“Dengan harga CPO yang masih di kisaran Rp15.900 per kilogram, seharusnya harga TBS petani juga bisa lebih tinggi, bukan justru turun,” kata Jamaludin.
Ia juga menambahkan, dari sembilan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bangka, hanya dua perusahaan yang membeli TBS di atas Rp3.000 per kilogram. Menurutnya, perusahaan diharapkan tidak mengambil keuntungan berlebihan dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kami minta perusahaan tidak hanya mencari keuntungan, tapi juga memperhatikan kondisi petani agar ekonomi mereka tetap terjaga,” tegasnya.
