Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah ABK KM Kenanga Indah, Rikky (22), Selasa (28/7/2026), Foto: Basarnas Babel
BANGKA TENGAH – bangkatvnews.com – Setelah sehari dilakukan pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan satu dari dua Anak Buah Kapal (ABK) KM Kenanga Indah, yang hilang akibat terseret arus di Perairan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah. Korban atas nama Rikky (22), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Rikky ditemukan mengambang di perairan pada jarak sekitar tiga nautical mile, dari lokasi awal kejadian atau Last Known Position (LKP). Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke RSUD Bangka Tengah, untuk proses penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika mengatakan, operasi pencarian kini difokuskan untuk menemukan satu korban lainnya, yakni M. Farhan (25).
“Satu korban atas nama Rikky berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar tiga nautical mile dari lokasi kejadian. Saat ini tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap satu korban lainnya, M. Farhan,” ujar Mikel.
Sebelumnya, kedua ABK tersebut dilaporkan hilang setelah terseret arus kencang pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Insiden bermula saat Rikky yang sedang mandi di bagian buritan kapal, terjatuh ke laut setelah kapal mendadak oleng.
Melihat rekannya tercebur, M. Farhan spontan melompat ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun derasnya arus justru menyeret keduanya hingga menghilang dari permukaan.
Upaya pencarian darurat yang dilakukan sesama ABK dan nelayan setempat hingga Senin malam belum membuahkan hasil. Pemilik kapal, Albar Gumilar, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Basarnas Pangkalpinang, yang langsung mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Toboali ke lokasi.
Mikel menegaskan, seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan penyisiran hingga korban terakhir berhasil ditemukan.
“Kami akan terus mengoptimalkan pencarian bersama seluruh unsur SAR gabungan, dengan menyisir area yang telah ditentukan. Semoga korban yang masih hilang dapat segera ditemukan,” harapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, operasi SAR gabungan masih berlangsung dengan melibatkan Rescuer USS Toboali, Polsek Lubuk Besar, Satpolairud Polres Bangka Tengah, ABK KM Kenanga Indah, serta nelayan dan masyarakat setempat. Tim berharap, pencarian terhadap M. Farhan segera membuahkan hasil, sehingga seluruh korban dapat ditemukan.
