BANGKA – bangkatvnews.com – Musim libur sekolah tahun 2026 belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel di Kabupaten Bangka. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, okupansi hotel pada periode liburan kali ini dilaporkan masih stagnan dan belum menunjukkan peningkatan yang berarti.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bangka, Alfon Abi mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi pelaku usaha perhotelan. Padahal, libur panjang sekolah selama ini selalu menjadi salah satu momentum, yang diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan tingkat hunian hotel.
Menurut Alfon, PHRI bersama para pelaku usaha telah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat wisatawan, mulai dari memberikan promo hingga potongan harga kamar mencapai 60 persen. Namun, langkah tersebut belum mampu meningkatkan jumlah tamu yang menginap.
“Sudah berbagai promo kami lakukan, bahkan ada hotel yang memberikan diskon hingga 60 persen. Tetapi tingkat hunian tetap belum mengalami peningkatan. Tamu yang datang pun masih didominasi masyarakat Bangka sendiri,” ujarnya.
Ia menilai, rendahnya okupansi hotel bukan disebabkan mahalnya tarif penginapan, melainkan karena belum adanya peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Bangka.
Meski sejumlah destinasi wisata pantai terlihat cukup ramai, terutama saat akhir pekan, mayoritas pengunjung merupakan wisatawan lokal atau warga Bangka. Kondisi tersebut dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap sektor perhotelan.
Alfon juga menyoroti minimnya promosi pariwisata yang dilakukan pemerintah, sebagai salah satu penyebab rendahnya kunjungan wisatawan dari luar daerah.
“Pantai memang ramai saat akhir pekan, tetapi yang datang kebanyakan masyarakat lokal. Kami berharap promosi wisata lebih ditingkatkan, agar Bangka kembali menjadi tujuan wisata dan berdampak pada meningkatnya okupansi hotel,” pungkas Alfon.
PHRI Kabupaten Bangka berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat mengambil langkah strategis, untuk mengoptimalkan potensi pariwisata, terutama pada masa libur panjang.
Menurut PHRI, promosi wisata yang lebih masif, penyelenggaraan berbagai event berskala regional maupun nasional, serta peningkatan aksesibilitas dan fasilitas pendukung pariwisata menjadi faktor penting untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Kabupaten Bangka.
Pelaku usaha perhotelan optimistis, apabila langkah-langkah tersebut dilakukan secara berkelanjutan, sektor pariwisata Bangka dapat kembali bergairah dan memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel serta perekonomian masyarakat.
